Tuesday, June 16, 2026

(memori pribadi) Tokyo Trip (Part 1)

 



Sekarang-sekarang ini mungkin sudah tidak banyak yang baca blog. Tapi tulisan ini mostly untuk memori saya pribadi. Apalagi karena sering merasa hilang ingatan(?) setelah jalan-jalan. Kayak "oh iya waktu itu ngapain aja ya, waktu itu gimana caranya ya".

Jadi judul kali ini adalah: Tokyo Trip super santai. Karena berkaca dari trip saya sebelumnya yang padat, buru-buru, banyak "liat nanti deh", dan ujungnya cuma dapet CAPEK, sy bertekad trip kali ini harus jalan se-smooth mungkin. Saya pergi berdua dengan teman baik saya sebutlah si Ann. Ini kedua kali sy ke Jepang, dan pertama kali untuk Ann. 

Summary tempat yang kami datangi dalam 7 hari tsb: Ueno, Shibuya, Harajuku, Shinjuku, Nihonbashi, Ginza, Asakusa, Tokyo Station.

Mungkin buat orang-orang, rasanya "sayang banget"--sudah ke sana kok tidak sekalian explore banyak tempat. Tapi sekali lagi, berdasarkan pengalaman traveling sebelumnya, kami kayanya kurang cocok dengan trip yang harus terus gas pindah-pindah lokasi. Dan inginnya sih ada break ngopi juga. Maklum umur (wkwk). Jadi intinya adalah menyesuaikan gimana kita bisa paling enjoy dengan trip ini.

7 hari ini hanya yang full di Jepang saja, tidak termasuk hari saat otw pergi dan pulang. 

.

DAY 0. CGK -> NARITA

Kami ambil penerbangan direct ke Narita, terbang pagi dan sampainya sore. Tujuannya supaya bisa langsung check-in hotel, makan, dan istriahat. Kami pilih hotel di Ueno, supaya bisa direct pakai kereta Keisei Skyliner dari Narita. Lewat Yamanote line, dan ada subway juga. Siang malam juga rame karena ada Ameyoko. Banyak hal yang "oh ini mah di deket hotel juga ada".

Bonus sedikit: ada MILESixTONES di inflight entertainment pesawatnya, bersama Hokunui.


Perjalanan kayanya 7-8 jam? Saya mostly bobo. 

Lanjut. Landing di Narita dengan aman. Waktu pertama kali travelling berdua sama Ann ke luar negeri, kami bingung: habis landing harus ngapain? Nah sekarang sih sudah tau: pokoknya ikuti saja petunjuk 'Arrival' dan imigrasi. Imigrasinya masih manual, jadi kami registrasi e-SIM sembari ngantri imigasi.

Penting juga: jangan lupa declare yang custom online(?) (visitjapan web?) itu, supaya pas di imigrasi satset. Kalau tidak, nanti harus isi manual. Kalau sudah isi online, cukup kasih tunjuk QR-nya saja.

Selanjutnya baggage claim. Kami tunggu-tunggu kok kayanya koper kami gak lewat-lewat... Ternyata koper kami sudah diambilin oleh petugas bandaranya, sudah disusun rapi di pinggir. Kurang ngerti juga kenapa? Tetapi ngga apa-apa terima kasih.

Setelah semua prosedur beres, kami lanjut cari Keisei Skyliner. Nah ini ingatan saya agak blur, tapi kalau ngga salah ada petunjuk untuk ke 'Train'. Kami ikutin aja, dan akhirnya ketemu yang untuk Keisei Skyliner. Kami beli tiketnya pakai mesin, on the spot. Saya sebelumnya sudah nonton tutorial--ceritanya supaya smooth dan ngga hah heh hoh--tapi ternyata agak bingung juga. Tapi ada petugas yang jaga di sana dan saya dibantu untuk beli tiket. 

Tiket dapat, kami turun lagi 1 lantai untuk ke platform keretanya. Agak nunggu karena kebetulan keberangkatan terdekat sudah full, jadi kami beli tiket untuk jam keberangkatan berikutnya. Ngga lama, kayanya hanya selisih sekitar 20 menitan?

Sudah ada nomor kursi, dan spacenya cukup banget untuk taro koper di depan kursi. Waktunya sekitar 40 menitan sampai akhirnya kami sampai di stasiun Keisei Ueno.

Nah, sebuah cerita: terakhir saya dan Ann travelling bareng, ada kejadian kami nyasar waktu keluar dari kereta dan menuju hotel. Nyasarnya agak parah karena kami sama-sama buta Gmaps (wkwk). 

Karena saya bertekad untuk membuat trip ini SUPER SMOOTH, dari sebelum pergi saya sudah hafalin jalan dari exit stasiun sampai ke hotel. Kesalahan kecil: saya ngga hafalin exitnya itu dari exit mana. Intinya kami salah exit--harusnya ada eskalator, tapi kami jadinya exit di tempat yang pakai TANGGA. Agak berat karena bawa koper. Tapi ya gapapalah. Yang penting setelah itu kami keluar, saya mengenali beberapa 'tanda' yang sudah saya HAFALIN (maklum guys namanya juga usaha), dan akhirnya sampai ke hotel dengan selamat, aman, tanpa drama.

Makan malamnya tentu saja: Famichiki. Tidak ada foto saya yang estetik, jadi saya minta maaf dulu di awal.


Rencana awal saya adalah, kita langsung istirahat saja begitu sampai. Ternyata karena nyampenya tidak se-malam yang saya kira, dan tidak secapek yang saya kira juga (bobo terus di pesawat wkwk), kami jalan-jalan dikit ke Uniqlo dan GU. Ada beberapa hal yang saya pikir "liat-liat dulu, belinya nanti aja" tapi ini jebakan!! Jika sudah ke sana, langsung BELI aja guys jangan ragu. Ada beberapa toko yang saya jadi agak rusuh pas "balik lagi", dan ada yang jadi "ah gausah balik deh males".

Lanjut: kami cari disposable camera. Jadi ini sesuatu yang awalnya saya juga ngga kepikiran, tapi Ann kirim beberapa TikTok yang meyakinkan(?). Jadi kami pertama cari di Yodobashi Camera. Ngga ada. Dan kesimpulan kami malah: "Ok kita beli besok aja pas ke Donki di Shibuya".

PADAHAL. Ada Donki deket hotel. Ada Donki dimana-mana. Jadi jika berikutnya ingin cari disposable camera, boleh coba datangi Donki terdekat.

Setelah itu kami balik hotel dan sedikit review itinerary. Jadi sebelumnya kami memang sudah punya itinerary, tetapi ada sedikit perubahan karena: berdasarkan ramalan cuaca, hari yang kita 'outdoor' ternyata hujan sementara hari yang kita 'indoor' ternyata cerah. Tapi itinerary kami ngga padat, dan target kami adalah: sehari hanya naik kereta 2x, yaitu pas pergi dan pas pulang saja.

Jadi untuk Day 1, kami ke: Shibuya.

.

DAY 1. SHIBUYA


Kami pergi jam 9an (harapannya sudah lewat rush hour pagi) dan beli sarapan roti di stasiun. Terakhir saya ke Shibuya itu pas weekend malam (keterlaluan memang tour guidenya wkwk) dan tidak sempat 'kemana-mana' karena sudah harus pindah ke tempat berikutnya. Jadi sekarang kami super santai. Dari Ueno ke Shibuya pakai Yamanote Line sekitar setengah jam. 

Kami tidak beli IC Card atau JR Pass, jadi tiap naik kereta selalu beli one way ticket dulu. Tinggal cek berapa biaya ke stasiun tujuan, lalu beli di mesin tiketnya. Saya pakai cash (biasa buat ngabisin koin 10 dan 50an, tapi mesinnya tidak terima koin 1 dan 5 yen), kurang tahu juga apakah bisa pakai card.

Drama kecil: saya ngga ngafalin exit stasiunnya (dan inilah pentingnya kita tahu harus exit di mana wkwk) jadi kita exit di tempat yang agak misah dari Shibuya Scramble. Tapi untungnya tidak berapa lama kemudian kami sudah kembali ke jalan yang benar. Kami tadinya mau ngantri foto juga di Hachiko, tetapi penuh BGT sehingga kami cuman selfie dari kejauhan. Gapapa nanti kami sotosop manual biar Hachiko-nya kelihatan gede.

Tujuan pertama kami: Mega Donki. Karena kami mau cari disposable camera. Hampir tidak ketemu--adanya hanya disposable camera yang collab dengan anime--tetapi ternyata ADA. Bentuknya lembaran kertas yang nanti dituker di kasir. Setelah berhasil beli disposable camera dengan sukses, kami pun keluar dan siap untuk saling foto..... lalu baru sadar bahwa kami ngga tau cara pakainya. 

Satu (1) tutorial TikTok kemudian, akhirnya kami saling ambil foto pertama kami.


Kami pakai disposable camera Fujifilm yang 27 foto. Dan sebuah tips: pakai flashnya dan ambil foto di bawah sinar matahari! Selain itu hasilnya agak gelap.

Setelah itu lanjut jalan-jalan di Shibuya untuk ke: Tower Record. Untuk nengokin idol saya tentu saja. Tiap oshi saya ada rilisan baru, suka lihat orang post dekorasi(?)nya Tower Record. Seneng banget bisa lihat langsung. Ada rak Number_i juga, tapi magazine saja (CD/DVD tetap TOBE Store only ya...)
Ann kayanya ngga terlalu interest dengan ini semua tetapi terima kasih sudah menemani.

Selanjutnya kami ke Tsutaya building karena yang sy tahu, ini toko buku. Ternyata Tsutaya toko buku itu ada di Sakura Stage--jadi ini kami pindahkan ke lokasi terakhir aja, sekalian nanti pulang karena itu nempel Shibuya Station. Jadi toko bukunya bukan di gedung yang ada tulisan "Tsutaya" yang kelihatan dari Shibuya Scramble.

Lanjut, tujuan saya lagi adalah: 109. Masih pagi dan masih agak sepi. Agak takut-takut juga masuk ke storenya karena takut ditatangi sama mbaknya. Kami beli aksesoris di Luna Earth, lalu saya lihat-lihat toko-toko lucu lainnya (biarpun harganya agak-agak bikin kaget). Dan saya ada tujuan mau beli rok jirai. Akhirnya saya beli satu (1) di MA*RS dan agak menyesal kenapa tidak menabung lebih banyak dan beli sepuluh (eh). Intinya asik banget lihat-lihat di sini! Saya juga lihat ada display celana denim lucu BANGET dengan dekorasi lace dan pita tapi harganya 16,000 jadi mundur teratur.

Next kami makan siang. Rencana awalnya kami mau pisah makan karena Ann cari yang halal. Tapi akhirnya saya pikir bareng aja deh. Kami makan Gyumon Halal Ramen. Tetapi kayanya ini bukan di cabang besarnya? Kami lagi ngikutin Gmaps, lalu tiba-tiba ada palang Gyumon di gedung pinggir. 


Sebuah informasi: untuk saya (apalagi Ann yang makannya dikit), porsi di Jepang ini kayanya gede-gede banget. Tiap makan ramen, selalu kenyangnya itu kenyang BANGET. 

Restorannya naik lift dulu--agak lupa lantai berapa--dan cuma ada sedikit meja. Kami sekalian duduk istirahat. Waktu itu jam 2--bukan pas jam makan banget, tapi selain kami cukup banyak juga yang makan. Dan kalau dibilang "dari pagi sampai jam 2 cuma ke situ doang?!"

Iya. Jalannya santai, lihat kanan-kiri, mampir dulu, wkwkwk.

Selanjutnya saya dan Ann pisah lokasi: saya ke Parco, Ann ke Muji.

Tujuan saya tentu saja adalah: Pokemon Center


Pokemon Center yang di Shibuya ini lumayan penuh, padahal weekday. Ngantri kasirnya juga lumayan panjang, tapi majunya cepet! Di sini saya cuma beli gantungan Mudkip dan Ditto, karena ada rencana mau ke Pokemon Center lain di hari-hari depannya.

Plushie Pokemon-nya banyak banget! Seneng banget lihatnya, kayanya saya spend waktu lumayan lama cuma liat-liat plushie saja.

Ada beberapa barang yang sudah saya tandain 'mau beli', tapi waktu lihat fisiknya agak "hmm pikir-pikir deh" dan batal. Dan tentu saja terima kasih Pokopia yang sudah memilih Hokuto di iklannya WKWK senangnya collab impian.

Saya juga mampir ke Nintendo Store untuk beli merch Animal Crossing (titipan--otw menjadi jastiper sukses) dan mampir bentar ke JUMP Store.


Setelah itu saya dan Ann kembali kumpul untuk istirahat (lagi) di cafe depan Parco, Excelsior Caffe. Ngopi cantik dulu. Kami di sini ngopi aja, tapi ada menu makanan juga, jadi kalau mau sekalian buat tempat lunch juga oke.


Setelah istirahat, kami lanjut ke Sakura Stage untuk ke Tsutaya Bookstore.

Toko bukunya gede, dan bisa rent space juga untuk duduk tenang bisa kerja (?) gitu. Ann ada spesifik mau cari buku Jepang yang di-translate ke bahasa Inggris, dan ternyata di sini ada. Majalah idol dll pun banyak. Tempatnya juga agak terpisah dari Shibuya Scramble, jadi vibesnya agak beda karena less crowded.

Karena masih nyambung dengan Shibuya Station, setelah itu kami langsung naik Yamanote line balik ke Ueno. Sekali lagi: kami bingung exitnya di mana. Jadi sambil jalan sekalian lihat-lihat 3COINS dan B-SIDE Label. Di B-SIDE Label, mbak-mbaknya ngenalin Hokunui saya HEHE katanya "sering lihat di X, ini yang suka yapping itu kan". Iya mbak... kenalin... ini Hokunui....

Pas kami keluar stasiun, ternyata masih sore. Jadi kami jalan-jalan di Ameyoko, lihat-lihat Uniqlo (lagi), dan mampir ke Magazine--toko yang jual Legato Largo dan Anello. 

Kebetulan di depannya ada gashapon! Jadi sementara Ann belanja, saya gacha. Inilah awal permulaan dari 'tiada hari tanpa gacha'.

Malamnya kami makan Saizeriya. Terakhir saya ke Jepang, sistemnya masih pakai yang tulis nomor di kertas. Sekarang sudah pakai QR. Ada antrian, tapi cuma sebentar. Setelah itu diarahkan ke meja -> scan QR di meja -> pesen -> makan -> bayarnya tinggal scan barcode di hp dan pilih mau pakai card/cash.


Pesona pasta 300 yen. 

Lalu kami pun pulang ke hotel dengan tenang dan istirahat. Waktu dicek, ternyata hari pertama ini kami jalan sekitar 16rb steps (kayanya termasuk SEDIKIT kalau dibandingkan orang lain yang travelling ke Jepang), dan sampai hari terakhir pun ini jadi hari dengan steps terbanyak wkwk.

.

DAY 2. HARAJUKU


Hari kedua dimulai dengan sarapan dari Famima. Lalu kami naik Yamanote line lagi untuk ke Harajuku. Kali ini kami sudah belajar dari kesalahan dan sudah cek Exit mana yang harus diambil, jadi untungnya perjalanan lancar. 

Tujuan pertama kami adalah Cosme, tapi malah nemu brand baju yang lagi collab sama Conan jadi kami mampir sebentar. 


Selanjutnya barulah kita ke Cosme. Lengkap, banyak sampelnya. Lalu ada juga rak yang disusun berdasarkan ranking. Jadi misalnya best 5 concealer, nomor satu produk X dari merk Y. Dan seterusnya. Kalau suka makeup dan skincare mungkin bakal senang di sini! Saya juga nemu Anummy (dengan muka Hokuto di raknya tentu saja) tapi ngga beli karena saya pikir "nanti aja". Sekali lagi, ini jebakan! Kalau mau beli, mending gas aja. Soalnya belum tentu di tempat lain lengkap. 

Ada drugstore di deket Cosme, bisa juga sekalian mampir ke drugstorenya.

Lanjut ke Harry Potter shop, tujuannya Ann. Karena masih pagi, jadi tidak terlalu rame. Ada merch yang ekslusif Harajuku juga. Terus jangan lupa ambil eskalator ke lantai 2 karena dekor di eskalatornya OK banget. Di lantai 2 juga bisa beli butterbeer. Kalau mau merch kecil-kecil, di samping kasir lantai 1 ada stationery kayak post-it dan notes-notes kecil, ok juga kalau untuk oleh-oleh.

Tujuan selanjutnya Laforet, tapi ngga masuk dan keliling. Langsung ke pop up store Chiikawa bakery.


Dari luar mall ada tulisan 'Chiikawa bakery', bisa langsung turun dan masuk ke mallnya dari situ. Bakery-nya sendiri ada di mall seberang, di sini cuma pop up store untuk merchnya. Berhubung di bakery butuh reservasi, dan saya memang cuma mau beli merchnya, jadi langsung ke sini aja.

Lucu-lucu banget! Merchnya ada plushie, squishy, sticker, baju, ada juga makanan kayak kopi dan selai. Terutama merch roti gosong pokoknya lucu banget top banget roti gosong. Kalau suka Chiikawa, boleh banget mampir ke sini. 

Btw biarpun tidak bisa beli roti, tapi di sini bisa beli minuman. Nanti bisa pesen di kasirnya sekalian.


Saya ada planning mau balik lagi ke Harajuku di hari lain, jadi kali ini ngga explore Laforet. Kami lanjut masuk ke Takeshita Street. Lanjut, kami misah sebentar. Ann ke Wiggle Wiggle, saya ke myfave.

Myfave ini tempat yang sudah saya tandain juga (boleh mampir ig-nya untuk lihat contoh-contohnya!) karena rencana mau bikin pouch Ditto.

Tokonya sempit, kebetulan ada tiga pembeli di dalam jadi agak susah geraknya. Kita pilih dulu basenya (misalnya pouch, tas, dll) lalu ambil dekorasi yang dimau, dan disusun di tray. Saya sudah ambil pouch ungu, sudah ambil katakana 'metamon', baru lihat ke rak Pokemon dan ternyata yang Ditto out of stock.

Btw selain Pokemon, ada juga karakter-karakter lain kayak Chiikawa, Disney, Kirby, dll.

OK kalau begitu ganti strategi, saya buat pouch Hokuto saja. Tidak punya jiwa seni jadi polos BANGET tapi gapapalah wkwk 

Kalau sudah disusun di tray, dibawa ke kasir supaya bisa dihitung total harganya berapa. Lalu bisa minta sekalian disetrika.


Tidak estetik tapi yaudah gapapa yang penting happy.

Saya juga sempet mampir ke TRIO, tempat 2nd hand-nya merch idol. Tapi agak mahal sih wkwk. Terakhir saya ke Jepang itu sy sempat mampir ke Mandarake di Akihabara, di sana lebih kecil tapi kayanya harganya lebih OK (bisa jadi tergantung barang juga sih ya).

Lanjut makan siang di Kura Sushi. Pertama ambil nomor antrian dulu di monitornya, tinggal pilih aja berapa orang, mau duduk di counter/table. Kami pilih di table, dan waktu itu estimasi waktu tunggu 1 jam. Karena nunggunya juga indoor dan bisa duduk, kami pikir ok gapapa deh sekalian istirahat.

Ternyata tidak sampai 5 menit, nomor kami sudah muncul di layar. Kayanya, seharusnya ada informasi tentang duduk di meja berapa? Tapi kami miss dan malah langsung masuk saja, lalu bingung harus duduk di mana wkwk. Jadi kami tanya ke staff dan akhirnya diarahkan ke salah satu table.

Pesennya pakai tablet, dan bisa set bahasa Inggris juga jadi aman banget. Gelas untuk air minum bisa ambil di bagian atas, dan saos dll ada di dalam meja. Karena di luar agak panas, kami pesen tambahan ocha dingin juga. Pesenan dianter pakai beltnya langsung ke meja (atau ambil sendiri di belt yang muter) dan di meja sudah ada space untuk kita masukin piring yang kosong.


Duduk-duduk sekalian istirahat. Lanjut masuk lagi ke Takeshita dan mampir ke Noemie, Luna Earth (lagi), Daiso, dan akhirnya kami coba gacha! Banyak toko gacha di Harajuku. Dan habis gacha, mending langsung bongkar biar kapsulnya bisa langsung dibalikin.


Gacha-nya bener-bener macem-macem! Saya dapat pouch, totebag mini, pouch lagi, dan tentu saja figur Ditto. Lucu banget figur Ditto! Saya ingin complete 5-5nya sih, tapi jujur agak malas kalau ada double. Saya gacha 4x, dan untungnya hanya ada 1 double. (teman saya sudah setuju untuk mengadopsi Ditto yang double. Terima kasih kawan.)

Sekarang tiga Ditto saya sudah mejeng dengan bangga di meja kantor. Senangnya.

Lanjut, kami istirahat.... lagi. Ada beberapa cafe yang saya tandai di Takeshita Street, tapi rupanya agak crowded. Nah. Untuk make sure bahwa travelling kami kali ini STRESS-FREE dan TANPA DRAMA, saya sudah buat list tempat makan (halal untuk Ann, non-halal untuk saya), cafe (untuk istirahat), dan mall (atau Donki, untuk toilet) di setiap lokasi yang akan kami datangi. Untuk cafe dan tempat makan, tentu saja review, menu, dan harganya juga sudah dicek.

Jadilah kami keluarkan listnya, dan ternyata ada Nescafe cafe di Harajuku. Jadilah kami ke sana untuk minum.... Nescafe. Yang kalau kata Ann, "Nescafe banget". Vibes menyeduh Nescafe sebelum meeting di pagi hari. Tapi tempatnya enak banget, vibesnya oke. Ada cake juga, tapi kami cuma pesen kopi saja sekalian istirahat duduk-duduk di tempat ber-AC.


Setelah itu kami pun masuk ke Takeshita lagi untuk Purikura! Kami ngga gitu ngerti caranya, dan ngga tahu juga ternyata Purikura ini macem-macem. Intinya kami hanya siapkan 500 yen dan wish for the best.

Tentu saja jadinya agak kurang bagus, jadi tentu saja.... kami coba lagi. Kali ini kami pilih CentiU, Purikura yang cuma print 2 foto (dipotong 2, jadi masing-masing 1 foto) saja tanpa excessive editing. Ada kamera di atas, tengah, dan bawah, jadi bisa pilih mau dari mana. Personally saya suka banget hasilnya yang ini.
 
Rencana kami pulang ke hotel sebelum rush hour, tapi ternyata cukup lama juga di Purikura. Ada ruang ganti dan tempat untuk make up, ada banyak (kayaknya) anak sekolahan yang ganti baju, curly rambut, dan makeup di situ.

Setelah itu akhirnya kami pulang ke Ueno, dan merasakan juga kereta penuh. Dari stasiun Harajuku sudah desek-desekan banget. Tapi setelah lewat beberapa stasiun, lumayan agak menipis. Kami balik ke hotel untuk simpan barang, dan keluar lagi untuk makan malam. Kali ini saya dan Ann pisah. 

Saya rencananya mau makan di Kamo to Negi, tempat ramen bebek. Tapi ternyata ngantri banget. Karena saya malas ngantri, akhirnya jalan ke tempat lain yang juga sudah saya tandai: Yakiago Ramen Takahashi. Ramen yang pakai flying fish broth (tapi topping dagingnya sih babi).


Beli dulu meal tiketnya di luar, lalu masuk. Tiap masuk cafe atau restoran, banyak hal yang saya juga tidak yakin "ini bener ngga ya", tapi yang penting masuk dengan pede saja wkwkwk 

Waktu masuk dikasih sampel kuahnya, dan selama nunggu bisa ambil air minum sendiri juga. Enak, porsinya juga banyak. Agak susah dijelaskan, tapi kerasa ikan(?)nya, dan asinnya sih saya suka. Di counter sudah ada penjelasan pakai bahasa Inggris juga.

Baru setelah itu kami pulang dan istirahat dengan santai.

Nah, setelah 2 hari jalan-jalan di sana, tetap intinya adalah: kalau lihat ada sesuatu dan ingin beli, GAS AJA wkwkwk ada beberapa hal yang saya juga mikir "waduh waktu itu harusnya beli aja ya". 

Btw saya sempat lihat-lihat ide itinerary orang lain, dan banyak yang gas Shibuya-Harajuku ini dijadikan 1 hari. Karena deketan, sebenernya bisa! Tapi kalau suka jalan-jalan dengan santai dan lihat-lihat toko, dipisah jadi 2 hari gini pun ok banget kok!

OK sekian untuk part 1, berikutnya lanjut part 2, yaitu Day 3, Day 4, dan Day 5!



No comments:

Post a Comment