Jadi ini lanjutan dari part sebelumnya. Kalau sebelumnya adalah Day 0 sampai Day 2, sekarang lanjut ke Day 3 sampai Day 5. Tokyo Trip super santai, ada break ngopi, dan di bawah 15rb step sehari WKWK.
DAY 3. GINZA
Hari itu diprediksi bakal hujan--dari pagi langitnya sudah gelap. Tapi tujuan kami di Ginza sebetulnya cuma tiga: Itoya, Loft, dan Muji. Jadi kami pikir 'aman lah', karena ini intinya kan ya pindah saja dari indoor ke indoor.
Kami naik Tokyo Metro ke Ginza, dan agak bingung waktu cari exitnya. Tapi AKHIRNYA ketemu dan kami pun otw tujuan pertama di hari itu: Itoya.
Di sini jual alat tulis, buku tulis, stamp, art & craft, dll. Banyak banget btw. Stiker lucu juga banyak banget! Saran saya ambil lift untuk naik ke lantai paling atas, lalu turun sambil lihat-lihat. Di tiap lantai juga ada kasirnya sendiri, jadi kalau cuma mau ke lantai tertentu saja, bisa langsung bayar di situ tanpa harus balik ke lantai 1.
Awalnya saya dan Ann bilang "ok satu jam lagi kita kumpul di lantai 1 ya", tapi ternyata satu jam kemudian kami malah ketemu di lantai lain dan kayak "eh bentar lagi ya, tar saya WA" karena ternyata sebanyak itu yang pengen dilihat.
😂Lanjut kami pun ke Loft. Ini juga strategi kami sama: naik ke lantai paling atas, lalu turun pelan-pelan. Di Loft ngga cuma ada alat tulis, tapi juga ada barang-barang lain yang bisa jadi oleh-oleh, bahkan ada makanan juga. Di sini saya beli stiker-stiker (lagi), lalu Ann beli termos. Kami lumayan lama liat-liat barang di sini. Jadi waktu kami jalan untuk makan siang, itu sudah sekitar jam 2.
Kita pun jalan balik ke Ginza INZ karena rencana awalnya adalah Ann makan Halal Tendon Itsuki dan saya makan Saizeriya di sebelahnya. Kami pikir karena sudah lewat jam makan siang, harusnya sih sudah agak sepi ya? Ternyata ngantrinya masih panjang. 😅
Jadi kami pun makan di Saizeriya yang antriannya kayak agak kosong. Agak berasa lagi ngantri makanan di Jakarta--tulis nama dan jumlah orang sendiri di kertas yang disediakan. Entah kenapa di lembaran itu semuanya tulis nama pakai katakana. Jadi saya pun tulis nama dengan katakana sambil berdoa semoga tulisan saya BENAR. Tidak sampai lima menit, nama saya pun dipanggil (untung saja nulisnya benar???) dan kami masuk.
Beda dengan Saizeriya di Ueno, begitu makanan diantar ke meja, kami dikasih lembaran kertas yang ada barcode-nya untuk bayar. Di Ueno, barcode langsung muncul di hp masing-masing. Dan tidak henti-hentinya kembali menyarankan Saizeriya. Trip saya ditopang Saizeriya. Ann pun dari jauh sudah langsung keliatan "ITU SAIZERIYA KAN?!". Bayar 200 yen bisa minum dari drink bar sepuasnya.
Kami sekalian duduk, istirahat, minum teh dingin.
Lanjut! Setelah makan, kami lanjut ke Muji. Nah. Saran saya, ada baiknya sudah punya list dulu barang yang kira-kira mau dibeli. Karena barangnya banyak banget! Kami mulai dari lantai paling atas dan turun, sampai bayar di kasir lantai 1. Tapi jika mau tax free, kasirnya bukan di lantai 1 (saya agak lupa lantai berapa).
Kalau yang suka journaling, journalnya Muji juga enak banget untuk dipake, dan ada juga yang tanggalannya mulai dari tengah tahun. Jadi tidak usah nunggu ganti tahun untuk beli journal baru HEHEHE.
Saya di sini beli sup instan Pork Miso dan Onion Soup. Jadi bentuknya block(?) gitu, tinggal dituang air panas dan jadi sup. Enak dan praktis banget?? Supnya macem-macem, harusnya beli rasa lain juga hhhh.
Di lantai 1 juga ada tempat isi minum gratis (tapi botol minum bawa sendiri). Jadi saya sekalian isi minum.
Setelah itu kami jalan bentar di Ginza dan lihat-lihat gedung brand mahal(?). Pas di sepanjang jalan juga ada bunga mekar(?) jadi cantik.
Di sini ada Uniqlo besar yang 12 lantai dan ada GU juga, tapi kami ngga ke sana. Habis dari Muji, kami pun balik ke Ueno dan berencana mau ngopi di Komeda Coffee.
Nah di Komeda ini baru kami merasakan 'ngantri', soalnya sebelumnya ngantri di Saizeriya dan Kura Sushi itu ngga sampe 5 menit. Jadi pertama ambil nomor antrian dulu, dan dikasih tau estimasi waktu tunggu. Waktu itu ada sekitar 5 nomor yang antri di depan saya. Sebetulnya nunggunya sendiri mungkin cuma 15-20 menit, tapi 'kerasa' banget karena nunggunya berdiri di lorong sempit.
Karena antrian bener-bener ngga bergerak, sempat kami tinggal bentar untuk ke drugstore di sebelah. Tadinya kami pikir, "kalau pas kita balik nanti nomor antriannya masih belum maju, dah kita cari tempat lain aja". Setelah sekitar 10 menitan kemudian, ternyata tinggal 1 antrian lagi sebelum nomor kami. Dan ngga berapa lama kemudian, akhirnya nomor kami dipanggil untuk masuk.
Kayaknya di sini seharusnya adalah pesen pakai aplikasi? Tetapi masih bisa manual juga. Karena saya tidak mau download aplikasi (ribet, dipakenya juga mungkin cuma sekali ini aja) jadi kami pencet bel untuk pesen manual. Saya pesen Milk Latte (kalau ngga salah), yang rasanya susu banget. Yang setelah dipikir-pikir lagi, Latte kan susu ya.... Jadi ini... susu susu???? Lalu untuk makanannya, kami pesen kentang goreng.
Sebetulnya saya ada planning mau nyoba breakfast set di Komeda (yang kopi + toast itu) tapi sampai akhir tidak terealisasi karena ujung-ujungnya kami ke toko roti dekat stasiun lagi (enak, praktis, recommended dah).
Setelah ngopi, makan, dan istirahat santai, tujuan berikutnya adalah salah satu target saya: Yuzawaya. Letaknya masih satu gedung dengan Uniqlo dan GU, tapi kemarin-kemarin belum sempat mampir ke sini.
Banyak benang rajut dan seputar art & craft lainnya. Benang rajutnya pun cantik-cantik??? Untuk beberapa benang yang juga ada di Indo (cek Aneka Benang atau gudangbenang_hits), memang yang di Indo lebih murah. Apalagi karena di sini banyak yang digulungnya itu kecil-kecil (misal per 25g, sementara di Indo biasa 1 gulung 50g-100g) Tapi tetap senang banget lihat benang!!!! Benang warna-warni!!!! Benang beraneka ragam!!!!!! Dikelilingi benang!!!!!!!!!!!!!!
Saya beli benang gradasi, benang mengkilap, dan benang berbunga(?) di sini. Ingin sekali menjadi raja minyak dan beli 100 gulung benang gradasi karena memang secantik dan sehalus itu benangnya!! Saya seringnya rajut wearable, jadi biasa beli kiloan di gudangbenang. Tapi di Yuzawaya ni banyak bener benang cantik di depan mata, bawannya ingin langsung di bawa pulang saja biarpun belum punya planning mau dibuat jadi apa nantinya.
Di sini juga jual crochet hook dan knitting needle, tapi dari merk yang "oke" jadi agak mahal. Saran saya: kalau perlu perintilan lain kayak crochet hook, stitch marker, tapestry needle, dll mending di Daiso aja. 110 yen aja tapi tahan banget. Saat ini saya masih rutin pakai crochet hook yang saya beli di Daiso 2 tahun lalu.
Selain rajut, masih banyak lagi kayak crossstitch, embroidery, kain-kain, needle felting, bahkan material untuk bikin nui. Jika suka handicraft, recommended banget untuk mampir ke sini! Buat yang baru mau coba-coba juga ada beraneka ragam kit (satu set untuk satu project). Ada yang jadi tas, dompet, dan lain-lain.
Btw di sini saya juga beli frilly dress untuk Hokunui, tapi tidak dipakai selama jalan-jalan karena saya takut dressnya jatuh WKWKWK nanti kalau sudah beli tas nui transparan(?) ya....
Setelah belanja benang, kami lanjut jalan-jalan di Ameyoko. Mampir juga ke drugstore (sekalian nyicil beli oleh-oleh wkwk). Ada beberapa drugstore yang juga jual oleh-oleh kayak Tokyo Banana, coklat Skytree, ramen Ichiran, dan lain-lain. Jadi lumayan banget habis belanja bisa langsung balik hotel.
Di Ameyoko juga ada Taito Game, jadi saya mampir bentar untuk main claw machine. Dapat apa? Tentu saja hanya dapat hikmahnya. Dah mending gacha aja guys. Minimal pasti ada barang yang keluar (haha). Selain Claw Machine ada juga game arcade lain, tapi kali ini saya cuma cobain claw machine-nya saja.
Optionnya juga banyak banget, dari prize gede sampai boneka kecil-kecil, bahkan sampai magnet atau keychain random kayak bentuk makanan. Lumayan bisa jadi oleh-oleh (kalau dapet, wkwk).
Karena kami makan di Komeda itu sore dan ngga terlalu lapar buat makan malam, akhirnya mampir bentar saja di Famima untuk beli snack. Dan tentu saja, smoothie Ditto! Saya cari smoothie Ditto ini dari kemarin-kemarin, tapi belum nemu. Ini pun akhirnya hanya nemu yang stroberi, tidak ketemu yang ramune (Lapras). Ini smoothie yang awalnya ambil di freezer -> bayar di kasir -> masukin ke mesin smoothie.
Sedikit cerita: Jadi ada keterangannya untuk "diremes dulu sebelum diminum". Dengan pedenya saya (dan Ann) langsung tancap sedotan dan minum aja. Sambil jalan, saya bilang "ini kok gak ada rasa stroberi-stroberinya ya."
Ann: "Iya ya kok ngga ada."
Saya: (baru lihat keterangan harus diremes dulu) (saya remes) (baru kerasa stroberinya)
TERNYATA stroberinya nempel di pinggiran (tengahnya bolong, ntar diisi susu sama mesin smoothie). Kalau ngga diremes, ngga akan nyampur. Begitu ternyata.
Hari ini pun selesai dengan santai.
DAY 4. TOKYO STATION + SHINJUKU
Di Day 4 ini juga diprediksi bakal hujan, jadi planning kami juga mirip seperti Day 3: pindah dari indoor ke indoor. Tujuan pertama kami adalah Tokyo Station, tepatnya Tokyo Character Street. Jadi ini area di dalam Tokyo Station, yang banyak toko-toko karakter. Selain Tokyo Character Street, ada juga Ramen Street dan tempat untuk beli oleh-oleh. Katanya karena Shinkansen juga stop di sini, jadi banyak yang beli oleh-oleh Tokyo di sini.
Karena dalamnya ini besar dan agak muter-muter, awalnya kami juga bingung nyari Tokyo Character Street ini di mana. Dan saat itu stasiunnya ramai banget, apalagi ada rombongan anak sekolahan (mungkin SMP) yang mungkin lagi karyawisata? Tokyo Banana, Calbee, dan toko-toko oleh-oleh lain dikuasai sama mereka WKWK.
Intinya kami turun ke B1 dulu, lalu pas jalan kebetulan nemu tulisan Okashi Land!
Nah karena katanya Character Street ni deket Okashi Land, jadilah kami jalan dikit lagi dan ketemu toko Harry Potter.
Saya dan Ann pun pisah di sini, dan rencananya kumpul lagi setelah makan siang nanti.
Saya pertama ke toko Snoopy (ada titipan, memang otw menjadi jastiper sukses). Lalu ke tokonya NTV dan lihat merch Sorajiro! Ada gantungan, boneka, pouch, dll. Tadinya mau beli pouch Kumojiro satu untuk kenang-kenangan (Golden SixTONES! Wkwkwk) tapi ternyata di rak sebelahnya ada merch Conan lumayan banyak. Jadinya saya malah beli merch Conan. Conan ngga ada store sendiri di Character Street, tapi kalau mau cari merchnya bisa ke store-nya NTV!
Lanjut ke
Chiikawa Land Tokyo Station. Ini merchnya banyak banget, kayanya lumayan lengkap. Dari snack, plushie, totebag, sampai koper ada. Ada stamp juga btw! Kalau koleksi stamp mungkin bisa mampir bentar ke Chiikawa Land. Dan store-nya pun agak lebih besar karena tembus dari satu sisi (sebrang NTV) ke sisi lainnya (sebrang Rilakkuma). Sepanjang belanja juga disetelah lagu Hachiware jadi vibesnya kalem banget lucu banget.
Lanjut, saya ke Mugiwara Store. Ini di ujung, deket tangga. Saya sudah ada barang inceran, tapi sayang sekali di sini tidak ada. Lalu pas liat-liat koleksi mugi, ada yang saya kira mugi Hancock dan sudah excited banget, tapi waktu ditarik keluar ternyata ROBIN. Kena PHP. Padahal ada Hancock Seraphim, tapi ternyata tidak ada Hancock biasa.
Lanjut naik 1 lantai ke Pokemon Center (lagi). Di sini lebih sepi dibanding Shibuya, plushie-nya juga banyak. Ada plushie yang saya ngga nemu pas di Shibuya tapi di sini ada. Ada snack dan merch Pokemon yang eksklusif Tokyo Station juga, jadi ok banget untuk mampir. Saya beli plushie, tapi ternyata ngga ada Pokemon card. (di Shibuya, Pokemon Card bisa beli pas di kasir)
Lanjut lagi. Saya keliling-keliling lihat banyak merch, macem-macem banget dari Sumikko Gurashi sampai studio Ghibli. Bisa sekalian belanja snack oleh-oleh juga. Tapi karena pada saat ini tas belanja saya dah agak berat (akibat plushie, wkwk) jadi saya mulai ke Ramen Street untuk makan.
Di Ramen Street ada 2 toko incaran saya: tonkotsu ramen Oreshiki Jun, dan Kumamoto ramen Haorai Ramen.
Yang populer di sini kayaknya Rokurinsha Tsukemen--saya kayanya sering lihat di medsos juga--dan memang itu yang ngantrinya lumayan panjang. Pas saya lewat, Oreshiki Jun ternyata ada antrian dikit, tapi Haorai Ramen pas ada 2 kursi kosong. Jadi langsung gas beli tiket dan masuk.
Haorai ini black garlic tonkotsu ramen.
Btw kalau mau lihat-lihat dulu ada resto apa dan spesialisasinya apa, bisa cek ke webnya Ramen Street juga!
Saya pesen ajitama ramen, dan jujur untuk saya ini porsinya gede banget.
Kuahnya enak banget! Tauge-nya banyak, setiap gigit ada tauge, sampai akhir pun kayanya masih ada sisa tauge di kuah. Bukan fans tauge, tapi overall saya suka banget. Air putih juga disediakan di meja jadi bisa tuang sendiri. Waktu saya selesai makan, ternyata sudah ada antrian di luar. Jadi saya langsung beres-beres untuk keluar dan janjian ketemu lagi dengan Ann.
Nah. Tokyo Station ini kan besar. Ann jalan-jalan sampai agak jauh, dan kami agak kesulitan untuk ketemu lagi karena sama-sama ngga tau ini di mana (WKWKWK). Akhirnya kami janjian untuk ketemu di gate Yamanote JR East--karena habis ini kami mau naik Yamanote ke Shinjuku. Dan akhirnya saling ketemu juga.
Lanjut ke Shinjuku. Awalnya Shinjuku ini tidak masuk ke planning awal. Tapi Ann mau ke Alpen (tempat jual peralatan olahraga), dan dipikir-pikir lagi saya juga mau coba ke Okadaya (tempat art & craft). Alpen dan Okadaya ini sebelahan, dan lokasinya deket stasiun. Jadi kami pikir OK deh gas kita mampir bentar.
Saya sudah denger beberapa cerita horror tentang gimana bingungnya keluar dari stasiun Shinjuku. Tapi kami lumayan beruntung karena exit tujuan kami ternyata ngga jauh, penanda jalannya jelas, dan keluar dengan cepat. Pas di perempatan yang ada kucing besar di layar(?) itu.
Cuman nyebrang dan jalan dikit, sudah sampai di
Okadaya dan
Alpen (sebelahan). Nah. Saya tahunya adalah ini Okadaya saja. Ternyata di lantai bawah itu Kiddyland. Jadi rencananya saya ke Okadaya dulu, lalu jalan-jalan di Kiddyland di bawahnya.
Okadaya dan Yuzawaya kalau untuk koleksi benang umumnya sih mungkin mirip-mirip. Tapi di Okadaya ada koleksi benang yang dari toko lokal juga kayak itoricot. Banyak benang yang tidak biasa(?) juga, dan lumayan banyak 'contoh', benang ini nanti bisa dirajut jadi apa. Bagus banget misal kalau rajut baju jadi bisa langsung keliatan benang ini drape-nya gimana, apakah kalau sudah jadi cardi nanti akan halus/kaku/adem. Untuk benang yang lebih 'tidak biasa' juga ada sampelnya kira-kira ini bisa dijadiin apa.
Saya bolak-balik lumayan lama di rak-raknya untuk ngebandingin benang, dan akhirnya beli beberapa benang yang saya belum pernah lihat di Indo. Selain benang, ada juga handicraft lain kayak crossstitch, embroidery, dan lain-lain. Koleksi kit-nya juga kayanya di sini lebih beraneka ragam dari Yuzawaya.
Berhubung hari ini saya juga pakai baju rajutan, jadi petantang petenteng sekali jalan-jalan di antara benang rajut. Selain Yuzawaya, Okadaya ini juga recommended sekali untuk yang suka handicraft.
Lanjut, turun ke Kiddyland. Infonya, Kiddyland di Harajuku itu penuh banget (saya ngga ke sana). Di sini lebih sepi, dan lebih enak buat lihat-lihat. Ada Chiikawa, mofusand, Sanrio, sampai Pokemon juga ada. Yang Chiikawa Land, dekorasi temboknya juga bagus banget! Chiikawa dari ujung tembok sampai ujung tembok. Merchnya sih mirip-mirip dengan Chiikawa Land yang di Tokyo Station, tapi karena spacenya lebih besar dan less crowded, lihat-lihatnya lebih santai.
Setelah semuanya selesai, di luar langit sudah gelap banget. Saya tadinya mau stop bentar di Taito Game untuk main claw machine, tapi ternyata mulai hujan, jadi kami cepat-cepat balik stasiun.
Btw di stasiun ada Tokyo Milk Cheese, jadi sekalian saya beli juga untuk oleh-oleh.
Hujannya ini, daripada air lebih ke angin dengan titik-titik air? (gimana jelasinnya ya)
Tapi intinya kami pun naik Yamanote untuk kembali ke Ueno. Setelah naruh barang belanjaan di hotel, kami lanjut ke agenda berikutnya yaitu: ngopi. Atas saran Ann, kami pun ke Coffee Kan. Pas kami mulai jalan, hujannya masih agak kecil. Tapi pas kami sampai dan masuk, hujannya jadi agak besar.
Kami pesen kopi dan pancake lewat QR code, plus matcha ice cream buat dicampur di pancake. Kopinya enak! Gulanya dikasih terpisah dan dicampur sendiri, jadi bisa disesuaikan mau segimana.
Pancake-nya ini dua lapis, atasnya ada butter dan ada cream juga. Kami bagi 2 dan makan bareng sambil duduk-duduk santai. Istirahat lah. Tiada hari tanpa istirahat ngopi. Dan karena apa-apa pakai QR, praktis juga pas pesennya.
Rasa pancakenya agak... kayak.... martabak. Infonya ini traditional pancake, bukan pancake kayak yang biasa(?) itu. Tapi dicampur sama butter, cream, dan ice cream matcha, ini enak banget! Masih hangat juga, jadi butternya meleleh dan OK banget waktu dicampur ice cream.
Setelah hujan berhenti, baru kami mulai jalan lagi, kali ini ke Ueno Marui. Di sini ada Cosme, Nitori, Loft, Seria, 2nd Street, dan lain-lain. Nah, sekali lagi: kalau ada barang yang mau dibeli, mending langsung gas!!!! Kami banyak mikir, "ah ini deket, nanti bisa ke sini lagi" tapi GAK guys ntar males dan buru-buru pas balik ke sana. Mending beli sekarang pas lagi santai dan bisa jalan-jalan.
Di lantai paling bawah juga ada roti, matcha, crepes, dan lain-lain. Padahal planning kami cuman mau liat-liat bentar saja, tapi ternyata keasikan spend lumayan banyak waktu di sini.
Selanjutnya kita geser sedikit dari Marui dan masuk ke: Yamashiroya.
Dari hari-hari sebelumnya, kami juga sudah jalan ngelewatin Yamashiroya, dan saya memang planning untuk mampir ke sini. Tapi karena tokonya juga kecil, saya pikir "ah nanti aja deh, paling liat-liat bentar doang".
Nah. Iya sih untuk tokoknya sendiri kecil, agak sempit, tapi ternyata lumayan lama juga kami di sini. Ada merch Chiikawa (untuk yang ketiga kalinya hari ini), merch anime-anime bahkan ada anime yang cukup lama kayak Magical Doremi dan Cardcaptor Sakura. Dan tentu saja ada Pokemon lagi! Di sini lumayan banyak perintilan yang saya liat ada di web Pokemon, tapi di Pokemon Center sebelumnya saya gak liat.
Selain gashapon yang berderet di luar, di tiap lantai pun ada gashapon. Jadi sekalian saya gacha Pokemon di sini. Cuman memang tempatnya agak kecil, jadi kalau lagi banyak orang itu langsung kerasa crowded BANGET. Tapi senang banget hari ini lihat-lihat banyak merch lucu HEHE pagi ke Tokyo Character Street, lanjut Kiddyland, dan terakhir ke sini.
Setelah seharian jalan-jalan, tentu saja hari kami ditutup dengan: Saizeriya.
Saizeriya yang di Ueno ini kebetulan tutupnya subuh. Karena ngopinya pun sore, kami makan malam ini lumayan MALAM. Dan di Saizeriya masih penuh-penuh saja. (tapi ngantrinya ngga lama kok, karena kursinya banyak!)
Memang trip saya kali ini ditopang oleh Saizeriya.
.
DAY 5. NIHONBASHI + ASAKUSA + HARAJUKU part 2
Masuk day 5. Awalnya planning kami cuma ke Asakusa saja, lalu kalau ada waktu mungkin bisa sekalian main ke Skytree. Tapi Ann ada rencana mau ke toko buku Maruzen Nihonbashi, dan saya pikir OK deh sekalian aja ke Pokemon Center DX.
Kami naik subway dari Ueno ke Nihonbashi, dan exitnya pas di Maruzen. Setelah itu kami pisah sebentar--Ann stay di Maruzen, saya lanjut ke Pokemon Center.
Pokemon Center yang di Nihonbashi ini gede, dan di lantai atasnya lagi ada Pokemon Cafe. Berjejer rak plushie dan merch-merch lain yang ngga ada di Pokemon Center Shibuya dan Tokyo Station. Padahal saya ke sini masih pagi dan di weekday, tapi agak penuh. Ngantri kasir pun panjang, dan majunya agak lambat--kayanya lebih cepat pas di Shibuya. Bisa jadi juga perbedaan jumlah kasir? (saya ngga ngitung sih)
Karena antrian nempel tembok, ada beberapa merch yang saya baru liat justru pas ngantri. Dan ada yang saya ambil dari rak untuk lihat 'ini apa ya, kok lucu' -> antrian maju -> saya maju tanpa mikir -> sudah agak JAUH baru sadar itu merch masih saya pegang (wkwkwk). Di sini juga bisa beli Pokemon Card di kasirnya. Sama kayak Shibuya, 1 orang max beli 2 pack.
Intinya senang sekali mengunjungi Pokemon Center ke-3 saya pada trip ini. Cuma ada 1 barang yang saya cari tapi tidak ketemu-ketemu: plushie Mudkip size S. Bener-bener di 3 Pokemon Center ini ngga ada, cuma ada yang size besar. Sudah agak mengikhlaskan bahwa saya cuma bakal bawa Mudkip versi gantungan mini (lucu juga sih). Tapi tentu saja ada plot twist nanti di hari terakhir WKWKWK nantikan terus episodenya(?).
Setelah kami selesai di tujuan masing-masing, saya dan Ann pun ketemuan di Maruzen lagi untuk otw Asakusa. Awalnya kami memang sempat kepikiran sewa kimono. Sekalian sudah di situ lah. Sewa fotografernya sekalian. Kenang-kenangan, kapan lagi. TAPI setelah berbagai pertimbangan, akhirnya kami tidak jadi dan memutuskan untuk jalan-jalan santai dengan baju comfy.
Kami juga banyak ambil foto dengan disposable camera di sini, hasilnya bagus-bagus banget karena pas matahari lagi terang!
Sesuai dugaan, memang di Asakusa crowded banget. Tapi tidak separah yang saya kira sih? Dan karena ini tengah hari, matahari rasanya ada di atas kepala banget. Kami masuk dari samping (tidak dari Kaminarimon) dan lihat-lihat oleh-oleh sepanjang Nakamise-doori sampai ke Sensoji.
Setelah itu, lanjut ke acara utama: cari snack. Ada beberapa yang sudah saya tandai, tapi memang pada akhirnya tidak semua didatangi. (keburu kenyang gaes)
Pertama kami coba warabi mochi dan daifuku stroberi, lalu jalan dikit dan saya coba Asakusa menchi (tidak halal ya gaes!). Di dekat Asakusa menchi ada deretan tempat duduk yang teduh, jadi kami sambil duduk-duduk juga di sana sekalian istirahat bentar.
Sekitar sini ada Donki, Uniqlo, dan mall juga. Jadi bisa sekalian jalan-jalan untuk ngadem indoor atau cari toilet. Tapi saya dan Ann langsung gas saja ke sampingnya Sensoji, yang masuk lewat Hoppy Street(?) (maap jika salah). Ini tempat yang ada Kagetsudo Melon Pan dan Unana yang mayan viral. Karena saya sudah makan menchi, saya nemenin Ann cari Unana--unagi onigiri.
Nah. Kata mbak-mbak Unana, ada tempat untuk dine-in. Tinggal jalan sedikit. TAPI--memang pada dasarnya kami buta arah--ngga ketemu dah di mana tempatnya. Tapi kami nemu tempat duduk yang teduh lagi, jadi Ann duduk di situ sementara saya lanjut ke tujuan berikutnya:
Chaya Tabanenohashi, yang viral sama matcha brulee-nya.
Tentu saja awalnya saya mau beli matcha brulee. Tetapi pas mulai ngantri dan lihat orang beneran makan, ternyata BESAR ya. Agak gentar saya. Bisa ngga saya makan ini sendirian. Akhirnya saya pesan matcha stroberi, dengan add-on matcha ice cream. Nah. Di sinilah terjadi tragedi. Saya juga kurang ngerti gimana, tapi intinya gelas saya jadi PENUH BANGET. Apakah awalnya gelas sudah hampir penuh lalu ditambah ice cream jadi limit??? Bingung juga. Intinya adalah, begitu saya angkat, matcha saya tumpah-tumpah. Gelasnya ngga ada tutupnya. Sudah tumpah dan sudah saya minum atasnya dikit pakai sedotan pun masih agak PENUH itu gelas.
Mbaknya panik. Saya panik (karena tumpahnya ke lantai). Mbak lain datang dengan lap, lalu nanya apakah matchanya kena saya. Saya yang daijoubu daijoubu, lalu sumimasen sumimasen, dan langsung ke tempat Ann untuk minta tisu basah. Sekian insiden tangan dan pakaian saya kena matcha. Tapi enak!! Saya bukan matcha lovers dan tidak terlalu ngerti juga matcha yang 'benar' itu yang seperti apa, jadi tentu saja ini cuma pendapat pribadi saja, tapi saya suka banget!
Nah. Giliran Ann yang beli matcha. Dia beli matcha yang lebih 'bener' di Special Matcha Sweet Factory. Bisa beli bubuk matchanya juga di sini. Ada bir matcha juga??? Buat yang suka bir, mungkin bisa dicoba juga!
Sebelum mulai jalan-jalan lagi, saya pun makan snack terakhir saya di Asakusa: Giraffa curry pan. Rotinya masih anget, dan currynya enak banget! Saya juga pada dasarnya suka roti goreng sih! Jadi ini penutup yang 'ok' banget untuk saya.
Sayang sekali ada beberapa yang saya tandai tapi tidak sempat dicicip. Soalnya memang seBANYAK itu pilihannya. Sementara kapasitas perut saya cuma segini-segini aja WKWKWK. Walaupun di sekitaran Sensoji dan di sepanjang Nakamise-doori ini penuh banget, tapi begitu keluar dari 'jalan utama'nya, langsung kerasa lebih sepi. Bisa untuk jalan-jalan santai juga.
Lanjut, kami pun jalan-jalan sekitar temple sambil cari oleh-oleh. Sempat ambil omikuji juga--tapi ini lebih untuk kenang-kenangan saya pribadi sih.
Nah. Saya agak lupa bagaimana ceritanya, sampai kami bisa-bisanya balik lagi ke Harajuku dan bukan ke Tokyo Skytree atau Sumida River--tempat yang kami tandai sebagai 'tempat berikutnya kalau masih ada sisa waktu'.
Saya memang ada planning ke Harajuku lagi (sendirian), tapi itu di Day 6, yang mana memang ada 'free time' di mana saya dan Ann rencana jalan sendiri-sendiri. Saya ingat-ingat, ternyata saya tidak ingat.
Intinya adalah, setelah dari Asakusa, kami turun di stasiun Omotesando dan jalan ke Harajuku dari situ. Sengaja, sekalian mau lihat Omotesando Hills, yang berjajar banyak toko bermerk. Tapi feelsnya agak beda dengan Ginza--mungkin juga karena Omotesando ini kayak tokonya berjejer di sepanjang jalan lurus, sementara di Ginza agak misah-misah. (gimana jelasinnya ya)
Akhirnya kami pun sampai di Harajuku, dan jujur saya ngga ada ingetan kami awalnya tuh NGAPAIN. Karena itulah saya pilih nulis beginian selagi masih ada yang hal yang saya ingat (wkwk). Saya dan Ann pisah selama di Harajuku, dan saya ingat malamnya itu kami kumpul di tempat crepes.
Yang saya ingat adalah saya ke Noemie (lagi), Capsule Lab (lagi), dan Daiso (lagi). Lalu sempat kebetulan ketemu juga yarn shop! Mampir sebentar aja karena saya sudah belanja benang di Okadaya dan Yuzawaya. Serius saya masih bener-bener ngga inget ngapain hari itu saya ke Harajuku. Tujuan awalnya apa, sampai kami setuju ke Harajuku bareng.
Saya sempat ada planning mau beli sepatu jirai-kei di Yosuke atau CS T&P, tapi setelah lihat-lihat, biarpun bagus dan kelihatannya empuk, akhirnya saya tetap mikir "dahlah pake sneakers aja". Maaf setengah-setengah guys. Tapi jika mau beli sepatu jirai kei atau sepatu lolita (atau sepatu konser yang haknya tinggi), boleh banget coba cek 2 toko itu!!!
Setelah kumpul lagi dengan Ann, tak lupa kami juga mencoba purikura lagi (coba sampai berhasil gengs!). Masih di tempat purikura yang sebelumnya. Ada beberapa box, jadi kami coba box yang berbeda terus. Saya ngga ada hobi photobox, saya kurang suka lihat foto diri saya sendiri
(bukan benci atau merasa diri saya jelek, tapi gimana ya, agak susah dijelaskan). Jadi tidak nyangka beginian sama Ann ternyata seru juga.
Kami pulang ke Ueno pas sudah agak malam, dan tentu saja hari kami ditutup dengan apa kawan-kawan?
Benar. Saizeriya. Berarti kami 3 hari berturut-turut makan Saizeriya. Makanannya hangat, datangnya cepat, porsinya pas, drink barnya free refill. Serius trip ditopang oleh Saizeriya. Terima kasih sudah menciptakan Saizeriya.
OK. Sekian untuk Day 3 - Day 5 saya. Post terakhir nanti adalah Day 6, Day 7, dan Day +1 (perjalanan pulang).