Tuesday, June 16, 2026

(memori pribadi) Tokyo Trip - part 3

Lanjut ke part terakhir. Nah mulai ke sini kayanya sudah tidak banyak 'hal yang terjadi'. Dan saya juga sudah agak-agak lupa ingatan. Jadi langsung lanjut nulis selagi ingat, dan nanti akan ditambah sedikit-sedikit jika ada ingatan lagi.

DAY 6. TOKYO TOWER, HARAJUKU (part 3)

Karena hari sebelumnya kami baru pulang malam, hari ini startnya agak siang. Planning kami hari ini adalah: Tokyo Tower, lalu acara bebas. 

Kami set maps ke Tokyo Tower, dan sampai di stasiun tujuan dengan selamat. Tokyo Tower ini request dari Ann, tapi rencananya hanya foto towernya saja (tidak masuk/naik ke dalam). 

Nah.

HAL PENTING: Jika ingin foto Tokyo Tower, cari dan tandai dulu spot fotonya! Saya pribadi merasa ini mungkin salah saya juga, karena saat planning Ann super sibuk jadi banyak hal saya yang planning/research sendiri, untuk memastikan bahwa trip kami kali ini super smooth dan Ann tidak stress. Saya taunya adalah foto dari Tokyo Tower itu ya... dari Shiba Koen. Setelah saya lihat-lihat lagi, ternyata ada lumayan banyak suggestion spot foto yang bagus dan tidak crowded. Jadi mungkin boleh ditandai dan dijadikan referensi terlebih dahulu.

Kami jalan ke Tokyo Tower (ke bawah Towernya), sambil agak bingung 'ini fotonya gimana ya?'. Mana itu tengah hari, jadi matahari lagi terik banget. 

Ada spot foto yang disediakan di bawah Tokyo Tower. Jadi sudah ada tempat untuk taroh HP (sudut pengambilan gambarnya bagus!) dan tempat untuk berdiri.

Lalu. Ada insiden dikit. Jadi waktu saya dan Ann mau foto di spot ini, saya kira kita akan foto bareng berdua. Tapi Ann bilang saya foto duluan saja. Ternyata dia ngga lihat bahwa ada tempat untuk naroh hp (jadi bisa di-timer untuk foto berdua), jadi Ann foto saya secara manual, kamera dipegang. Untuk foto Ann dan foto yang kami berdua, saya taro hpnya di tempat yang disediakan. Saat saya pikir mau foto ulang untuk yang saya sendiri, Ann ngga enak karena sudah ada orang lain yang ngantri. Jadi ya sudahlah tidak apa-apa. 

Setelah itu kami jalan ke Shiba Koen. Di sana juga lumayan banyak orang, jadi kalau mau ambil foto yang 'sendirian', boleh pinter-pinter saja cari sudut yang oke. 

Karena sudah ke sini dan tujuannya memang untuk foto, sekalian saja foto-foto yang banyak. Waktu kami jalan ke stasiun terdekat, ternyata ngelewatin beberapa spot yang ada antrian orang foto. Jadi mungkin itu spot-spot 'bagus'nya. Saya dan Ann sih.... coba foto setiap ada kesempatan. Sekalian ke sini tujuannya untuk foto, maka harus foto yang banyak WKWKWK.

Lanjut. Sebelum misah untuk free time, Ann pun setuju ikut saya ke Harajuku dulu. Sekalian makan siang dan purikura. Kali ini saya ikut Ann makan di Halal Okonomiyaki & Ramen Usagi.


Kami pilih ramen dan okonomiyaki mochi, dan okonomiyaki-nya enak banget????? Ini pertama kalinya saya makan okonomiyaki sih. Tapi chewynya ada, dagingnya empuk, dan porsinya juga lumayan besar. Kami makan berdua kenyang banget sih. Sekalian duduk, ngadem, minum air dingin.

Setelah itu kami jalan ke Takeshita Street untuk sekali lagi mencoba Purikura. Karena sebelumnya saya sudah cek bahwa di sini ada tempat untuk ganti baju, jadi sekalian saja.... saya bawa baju jirai-kei. Ganti di sini. Tidak outfit 'lengkap' tentu saja, karena pagi dan sorenya saya kan masih jalan-jalan dan maunya pakai baju yang lebih comfy. Jadi untuk sepatu masih pakai sepatu lari, makeup santai, dan rambut pun cuma braid normal saja. (memang seenaknya sendiri)


Ruang gantinya pun lumayan proper kalau menurut saya, kayak ruang ganti di toko baju(?) yang ada gantungan dan ada tempat naroh barang.

 Di sini saya dan Ann purikura (kali ini sudah lebih pro!), lalu saya anter Ann balik ke stasiun. Setelah ini Ann akan keliling untuk cari stamp. Sebenarnya saya agak khawatir juga ngelepasin Ann sendirian di negara orang. Apalagi berdasarkan pengalaman, Ann ini tipe yang buta mapsnya itu BUTA bener. Tapi karena sejauh ini Ann juga sudah bisa beli tiket kereta sendiri, dan sudah ngerti nyari platform kereta, exit, dan lain-lain, yaaa okelah kalau masih di sekitaran stasiun harusnya aman.

Setelah itu saya jalan-jalan di Takeshita untuk lihat-lihat baju (bagus-bagus banget???) dan aksesoris. Mampir bentar ke tempat gacha karena tiada hari tanpa gacha. Dan akhirnya sampai ke tujuan utama saya hari ini: Laforet.


Saya tidak ada planning belanja di Laforet. Sadar dompet lah. Tapi saya ingin coba lihat-lihat dengan santai, karena katanya vibesnya agak beda dengan 109. 

Intinya semua bajunya 'wah' banget??? Dari lolita, gothic, jirai, macam-macam. Karena saya memang tidak join komunitas (yang mungkin sering gathering offline juga), banyak baju-baju yang mungkin cuma pernah saya lihat di CF atau event cosplay? Biarpun tidak beli apa-apa (tentu saja), tapi lihat-lihatnya juga sudah senang banget!

Lalu senang sekali bisa melihat tas Maison de Fleur secara langsung. Agak random, tapi ada periode saya INGIN BANGET tas ini karena sering lihat Starto-wota pakai. Jadi di Laforet saya visit storenya, lihat-lihat dan mikir "wah ini cantik banget ya", cek harganya, lalu dengan sopan saya kembalikan ke rak. 

Sama kayak Liz Lisa. Lihat-lihat. Cantik banget. Lihat harganya. Saya kembalikan dengan sopan ke rak. Tidak apa-apa. Bekerja keras sehingga suatu saat nanti bisa beli Liz Lisa tanpa liat harga.

Di Laforet juga ada Sailor Moon Store!


Niat awal saya cuma mau lihat-lihat saja. Tapi akhirnya saya ada beli merch juga hehehe (lemah iman). Merchnya juga bagus-bagus banget! Selain dari gambar 2Dnya, ada juga merch yang sepertinya dari Sailor Moon Shining Theater? Merchnya lumayan banyak dan beraneka ragam! Bukan yang pin/acrylic saja (uhuk Animate indo uhuk). Dari nui, buku, aksesoris, sampai ada baju juga. Dari interior tokoknya juga sudah cantik banget, senang banget lihat-lihat di sini. 

Di luar juga ada spot fotonya! Karena kali ini saya sendirian, jadi saya minta tolong stafnya untuk fotoin. Kenang-kenangan.

Lanjut. 

Setelah puas keliling-keliling Laforet, akhirnya saya mau pulang. Tapi tentu saja, sebagai tujuan terakhir di Harajuku, saya mampir (lagi) ke sayangku cintaku manisku Noemie.

Cerita sedikit: Sebenernya awalnya saya agak awkward untuk balik ke Noemie, karena kemarin saya baru ke sini. Dan kemarin, waktu saya belanja, bukannya "mbak saya mau coba blus ini sama rok ini ya" layaknya orang normal, saya malah cobainnya satu-satu secara terpisah. Mana ngomongnya dengan nihongo questionable modal ngidol. 

Tentu saja saya juga yakin mbak-mbaknya tidak ingat sama saya. Tapi saya ingat mbaknya. Jadi kali ini saya datang layaknya ~turis~ yang hanya bicara English™. Apalagi kali ini dengan baju jirai (kebetulan atas bawah pakai Noemie juga wkwkwk) dan pakai makeup. HARAPANNYA SIH kelihatan seperti orang yang sama sekali berbeda dengan hari sebelumnya.

Mbak-mbak Noemie baik banget tentu saja. Selama di sana juga saya mikir 'kok ini lagunya kayak kenal?' ternyata lagu Kinpuri!! Memang ini hari saya, didukung untuk belanja. (maksudnya apa)

Lanjut. Setelah berhasil bawa pulang Noemie dengan aman, saya pun jalan balik ke stasiun. Tadinya saya mau ganti baju lagi, tapi saya pikir ah sudahlah dari sini kan tinggal naik kereta langsung ke hotel.... Nanti ganti di hotel aja.

Jadi saya naik kereta, dan balik ke hotel. Karena Ann belum balik, jadi saya coba beres-beres koper saja. Kami pakai business hotel biasa, dan... yah.... agak sempit. Bahkan awalnya saya ragu apakah 4 koper bisa masuk. Ternyata bisa selama rapi--semua barang belanjaan harus langsung masuk koper, jangan ada barang yang ditinggal di luar. Tapi konsekuensinya, koper jadi agak tidak karuan karena dari hari pertama saya cuman 'yang penting masuk dah'.

Selagi saya masih sendirian di hotel, saya buka koper dan mulai saya rapikan. Setelah disusun, baru kelihatan "oh iya masih ada space untuk oleh-oleh lain". Saya ganti baju dengan yang lebih comfy, lalu jalan lagi untuk ke: Donki.

Ini Donki kedua saya selama trip ini. Sebetulnya memang sengaja menghindari Donki, karena pengalaman saya sebelumnya Donki ini lorongnya sempit, kasirnya ngantri, dan lagunya agak bikin stres. Tapi karena gimanapun juga saya ngerasa Donki ini tempat yang 'nyari apa aja ada', akhirnya saya mampir sebentar ke Donki dekat hotel. 


Setelah dari Donki, saya balik ke hotel untuk taruh barang dan lanjut lagi untuk cari oleh-oleh di Ameyoko. Agak kebalik sebetulnya, karena kata orang sih justru harusnya cari oleh-oleh di drugstore dulu (biasa lebih murah) baru ke Donki untuk cari barang yang tidak ada di drugstore. Tapi gapapa lah. 

Hari ini tidak ada break ngopi (karena saya pikir ngapain juga jika sendirian), jadi saya cuma beli smoothies sambil jalan-jalan. Dan tentu saja sekali lagi mampir ke Taito Game untuk main claw machine karena saya masih belum menyerah. Tapi tentu saja gagal lagi. Saya beneran sampai akhir main claw machine ini hanya dapat hikmahnya saja.

Nah. Berhubung sekitaran waktu ini Ann katanya juga sudah lagi jalan-jalan di Ameyoko, kami sempat ketemuan bentar, lalu pisah lagi untuk makan malam. Saya rencana mau makan tonkatsu, jadi saya coba mampir ke restoran tonkatsu yang lumayan terkenal di sekitaran Ueno. Ternyata ngantri. Lumayan juga ngantrinya. Jadi saya ke plan kedua: Go Go Curry. Tonkatsu dengan tambahan telur. Enak banget guys sangat recommended.


Saya pernah makan Go Go Curry di Indo juga, tapi untuk tonkatsu kan di sini ngga ada ya. Jadi saya pikir OK lah, kita coba curry-nya dengan tonkatsu. Saya sih suka banget! Sampai hari terakhir rencananya mau makan di sini lagi, tapi ternyata jam segitu sudah tutup (agak sedih).

Setelah dinner, saya pun kembali pulang dan istirahat dengan tenang.

.

DAY 7. UENO + SHIBUYA (lagi)

Planning awal kami adalah, hari terakhir ini di Ueno saja. Jalan-jalan santai dekat hotel sambil cari oleh-oleh.

Lalu waktu lihat-lihat Google Maps, saya lihat ternyata Tokyo University ada gedungnya di dekat sini. Jadi Ann (master degree, intelektual sejati) ingin coba lihat-lihat ke sana. (lihat gedungnya dari luar, tentu saja. Tidak masuk ke dalam)

Awalnya saya tidak mau ikut, tapi dipikir lagi:
1) ini mostly akan jalan kaki, dan presumably minim penunjuk jalan (tidak seperti stasiun)
2) Ann ini buta arah.... banget
3) sudah di sini juga, tidak ada salahnya ikut mampir.

Jadi saya ikut, tapi Ann yang akan buka maps dan pimpin jalan. Pagi-pagi kami mulai jalan di Ueno Park. Masih sepi. Banyaknya orang yang jalan pagi atau naik sepeda. 


Kami jalan terus, sampai akhirnya keluar di tempat yang agak 'terpisah' dari area ramai Ameyoko. Mungkin residential area (sotoy parah). Lanjut jalan--masih percaya dengan Ann.

Setelah jalan beberapa lama, akhirnya dari jauh kelihatan gedung yang SEPERTINYA sih itu univnya. Kami jalan nanjak lumayan jauh.... tapi pada akhirnya kami turun balik lagi di sisi sebelahnya, padahal sepanjang jalan ada jalan memotong ke sebelah.

Di sini saya sudah agak curiga. 

TAPI setelahnya kami nemu gerbang. Bukan gerbang utama, tapi tetap gerbang masuk Tokyo University. Gerbangnya ditutup (hari itu weekend), jadi kami hanya lihat dari luarnya saja, dan lanjut jalan lagi karena tujuan kami adalah gerbang utama.

Kata Ann, "tinggal jalan sedikit lagi". Berhubung Ann berhasil sampai ke gerbang samping, saya jadi tenang dan percaya lagi.

Tapi makin lama kok rasanya tidak sampai-sampai ya. Padahal waktu saya cek sebelumnya, harusnya jaraknya pendek.

Kembali curiga.

Saya: "Ann, boleh lihat mapsnya?"
Ann: (kasih maps)
Saya: "Ini.. arah sebaliknya."
Ann: "Masa?"

Begitulah. Setelah 6 hari menjadi navigator (dan sebelum pergi sudah menghafalkan maps stasiun ke hotel precisely untuk menghindari kejadian seperti ini), ternyata hari ke-7 pun masih harus menjadi navigator. Tapi tidak apa-apa. Ini kan untuk saya sendiri juga.

Akhirnya saya yang pegang maps, dan kami pun sampai ke gerbang utama dengan selamat. Awalnya cuma mau lihat dari luar saja, tapi ternyata gerbangnya dibuka dan banyak orang tua bawa anak kecil yang masuk juga. Jadi kami mampir bentar. 


Catatan tambahan: gambar agak blotchy karena ada satu part yang saya pakai object eraser. Niatnya mau disensor aja sebadan-badan, ternyata kegedean gengs sorry.

Tadinya Ann mau lihat-lihat lebih banyak, tapi dia bilang nanti saja pas free time akan balik lagi. Mungkin dia ngga enak ada saya yang 'ngga ngapa-ngapain' di sana. Padahal ngga apa-apa sih WKWKWK

Jadi kami otw kembali ke Ueno, karena planning kami berikutnya adalah: cetak foto dari disposable camera

Berdasarkan info yang didapat Ann dari TikTok, banyaknya orang cetak foto di Kitamura Camera Shibuya atau Shinjuku. Tapi waktu kami cek, ternyata ada Kitamura Camera juga di Ueno Marui, dekat hotel. Jadi kami mau coba ke sana aja.

Sambil jalan, kami mampir bentar untuk beli sarapan mitarashi dango dan daifuku. Sempat salah jalan sedikit juga (kali ini saya yang salah), dan sempat mampir bentar ke Taito Game untuk Purikura (lagi) tapi akhirnya sampai ke Ueno Marui dengan selamat. 

Nah. Ternyata, kata mbak-mbak Kitamura Camera, tidak bisa cetak di sini. (mungkin karena cabang kecil dan bukan toko yang berdiri sendiri)

Sebetulnya bisa terima, tapi cetaknya sendiri bukan di situ. Jadi harus tunggu sekitar 10 hari sebelum bisa diambil lagi. Nah loh. Jadi saya tanya, kalau di sekitar Ueno sini kira-kira bisa cetak di mana ya? Kata mbaknya mungkin di Yodobashi Camera, tapi itu juga beliau kurang tahu. Mbaknya juga refer ke Kitamura Camera yang lebih besar di area lain (saya agak lupa mbaknya sebut yang mana).

Jadi saya dan Ann diskusi singkat. Mending gimana ya. Karena rencana awal kami adalah jalan-jalan di Ueno Marui dan sekitaran Ueno sambil nunggu fotonya dicetak. Dan kalau harus ke area lain, lebih baik ke tempat yang sudah pasti bisa cetak. Jadi Ann kembali cek TikTok untuk cari referensi, dan akhirnya diputuskan: Kitamura Camera.... di Shibuya.

Nah. Seharusnya, yang kami lakukan adalah: selesaikan dulu belanja di Ueno Marui, taruh barang di hotel, baru ke stasiun. Tapi kami malah: "ke Shibuya aja dulu, nanti belanja di sini malem aja." (jangan ya guys, malamnya malah jadi agak rusuh wkwk)


Lanjut. Jadi dadakan kami pun ke Shibuya. Kali ini sudah tidak salah cari exit, dan kami pun keluar pas di Shibuya Crossing. Untuk cari Kitamura Camera, patokan saya adalah lewati Shibuya 109 -> Mega Donki -> sebelah kebab.

Ketemu tanpa banyak drama. Bisa cetak di sini, ditunggu sekitar 3-4 jam. Cukup isi form dengan nama dan nomor telepon. Karena tidak punya nomor telepon Jepang, saya hanya isi nama saja. Lalu ditanya mau ambil paket apa (digital only, digital + physical copy, dll) dan mau ukuran berapa. Setelah itu ada agreement yang harus kita centang. Mungkin karena banyak turis yang ke sini, mereka juga sudah siapin versi bahasa Inggrisnya.

Kami dikasih satu lembar kertas dengan nama saya dan jam berapa fotonya bisa diambil. Nanti bisa balik lagi ke storenya, dan bayarnya nanti setelah foto diterima.

Karena saya ada dadakan titipan di Muji dan Ann juga memang mau ke sana lagi, kami pun jalan ke Muji. Setelah lihat-lihat di Muji, kami pisah untuk makan dan jalan-jalan sendiri, dan janjian untuk ketemu lagi di Kitamura Camera pas jam pengambilan foto.

Saya awalnya mau ke Oreryuu Shio Ramen--salah satu incaran saya dari pertama kali saya ke Jepang sebelum ini. Tapi ternyata rame banget. Kalau hanya 3-4 orang saya masih mau ngantri. Tapi ini BANYAK. Dan di tengah hari jadi agak panas. OK saya lanjut ke target berikutnya: Tamago to Watashi. Tempat omurice. Waktu sebelumnya saya cek-cek 'sekitar Shibuya bisa makan apa ya', saya tertarik sama gyutan stew omurice-nya. Dan karena ada di dalam gedung, saya pikir ngantri pun gapapa.

Nyarinya agak susah, karena titiknya bukan pas di pintu masuk gedung tapi di sampingnya (tembok!).

Agak bingung karena menurut Gmaps ini sudah sampai, tapi kanan kiri saya.... tembok. Setelah muter ke sisi satunya, baru lihat ada pintu masuk gedung dan keterangan ada apa saja di situ. 

Saya naik ke lantai 6, tempat Tamago to Watashi. Benar saja ternyata saya ngantri sekitar 20 menitan, tapi waktu masuk, nunggu makanannya tidak lama jadi lumayan sat set.


Gyutan-nya lembut dan omurice-nya juga enak. Intinya, saya sih suka. Nah. Saya pesan gyutan omurice ini paket dengan 1 minuman: ice lemon tea. ICE lemon tea. 

Tapi yang datang ke saya adalah: 1 gelas es lemon tea, dan... 1 cangkir lemon tea panas (mungkin). Masih 'mungkin', karena saya juga tidak yakin itu apa. Saya pegang cangkirnya sih panas. Di atasnya ada potongan lemon. Diduga kuat adalah lemon tea panas. Saya mau tanya, tapi mbaknya kelihatan sibuk. Sampai akhir tidak saya minum sih, tapi... membingungkan.

Lalu intinya saking bingungnya, saya sampai tidak sadar pakai dua sendok makan. Mana sudah di gigitan ke-4 atau ke-5. Tiba-tiba saya lihat tray cutlery dan baru sadar isinya 2 garpu.

Saya: 'Kok 2 garpu... Berarti dari awal saya dapatnya 1 sendok dan 3 garpu?'

BUKAN. Setelah cek tangan kiri, ternyata dengan pedenyan saya makan kanan kiri pakai sendok.

OK. Lanjut. Saya jalan-jalan di sekitar sana, mampir ke beberapa toko, dan akhirnya kembali lagi ke: Shibuya 109.

Tapi karena hari-hari sebelumnya sudah beli Noemie dan MA*RS, kali ini saya bertekad untuk tidak belanja. Lihat-lihat saja.

Beda dengan waktu Day 1, yang saya datang pas agak sepi, kali ini ramai pengunjung. Karena ramai, jadi buat saya lebih enak juga untuk masuk ke toko dan lihat-lihat. Karena stafnya banyaknya memang sudah lagi ngelayanin orang lain, jadi tidak langsung nyamperin saya.

Walaupun sudah bertekad tidak belanja, pas saya mampir ke Rojita, ada set yang saya naksir banget. Bukan jirai-kei atau ryousangata, jadi saya pikir bisa dipakai di setting yang lebih casual juga. Mungkin karena saya diem ngeliatin agak lama, akhirnya stafnya nyamperin saya dan tanya apakah saya mau coba. Saya cek harganya: 9rb. Satu set 9rb? Masih oke.

Saya coba. Pas. Wah. Ini sih pertanda. Saya keluar dan bilang OK saya mau ambil. 

Mbak Rojita: "Atasnya, bawahnya, atau dua-duanya?"
Saya: (mendadak curiga) "...maksudnya?"
Mbak Rojita: "Ini dijualnya terpisah, ngga satu set. Kalau ambil dua-duanya, totalnya 17rb."
Saya: "OH. Oh. Um."
Mbak Rojita: "Jadi mau beli? Atau pikir-pikir dulu?"
Saya: "Pikir-pikir dulu ya mbak. Maaf ya." (dan melarikan diri)

(sebagai klarifikasi -> saya kira ini dijual satu set karena digantungnya barengan)

IYA SIH memang jika dipikir lagi mana ada Rojita set 9rb. Baju jirai-kei yang pertama kali saya pakai adalah Rojita yang dapat murah di thrift (kebetulan blus yang modelnya super simpel), jadi saya pikir suatu saat mau beli Rojita yang new. Ternyata ya begitulah, saya menabung dulu ya...

Lanjut. Saya lihat-lihat lagi ke toko lain, dan secara kebetulan lihat di Amavel ada dress yang lagi sale. Saya mampir, dan ternyata ada satu yang saya suka. Modelnya lebih casual, bisa dipakai sehari-hari. Dan pas saya cobain juga ternyata pas. Modelnya lebih 'keliatan' kalau pakai petticoat (disediakan petticoat di ruang gantinya), dan kalau tanpa petticoat bisa kelihatan lebih casual tapi tetap cantik.

Jadi kali ini saya gas. (tidak punya kontrol diri)

Lalu berikutnya saya ke MA*RS, karena adik saya ada titip satu set ryousangata. Dan di MA*RS disetel lagu SixTONES. Waktu saya bayar, mbaknya lihat Hokunui saya dan tanya apakah saya Suto-tan. Ternyata mbaknya juga Suto-tan dan baru nonton Arena Tour yang kemarin!! Senang sekali, terima kasih SixTONES pemersatu bangsa(?).


Setelah dari 109, ternyata waktunya pas untuk balik ambil foto yang sudah dicetak. Jadi saya mulai jalan balik ke Kitamura Camera, dan ketemu lagi sama Ann. Foto kami sudah selesai dicetak, tapi kamera-nya tidak dikembalikan. Kurang tahu juga apakah kamera ini memang tidak dikembalikan jika foto sudah selesai dicetak, atau bisa minta balik juga. Baru sadar waktu sudah balik ke hotel: eh tadi kamera-nya tidak dibalikin ya?

Untuk yang berhasil, fotonya bagus-bagus banget! Tapi ada juga yang gagal: ketutup jari (entah kenapa), gelap (indoor, bisa dimaklumi), atau kelihatan seperti foto horor penampakan (diambil malam). Tapi worth it sekali menurut saya. Apalagi jika cek IG-nya SixTONES mereka kayanya pakai disposable camera yang sama juga waktu di Singapore. (ada foto Shintaro pegang kameranya)

Recommended. Minusnya hanya 27 shot dan ngga bisa cek apakah 'berhasil' atau 'tidak berhasil' sampai nanti dicetak, tapi lumayan banget untuk kenang-kenangan! Karena kami juga pilih physical copy, jadi bisa disimpan di album foto khusus trip kali ini.

Lanjut. Waktu jalan balik ke stasiun, Ann lihat toko oleh-oleh yang jual gantungan kunci / stamp nama yang nama western ditulis jadi kanji. Awalnya kami cuma lihat-lihat di luar, terus Ann masuk ke tokonya untuk lihat oleh-oleh lain. Ada kipas, kaos kaki lucu dengan print gambar bungkusan snack, dan secara mengejutkan.... plushie Pokemon. Awalnya hanya kelihatan karakter yang populernya saja: Pikachu (banyak), Charmader, Squirtle, Gengar... Pas lagi nunggu Ann bayar, saya coba lihat-lihat ke bagian belakang raknya dan menemukan:

Mudkip.


YANG SAYA CARI. Yang tidak ada di 3 Pokemon Center. Saya cek labelnya--official Pokemon. OK. 買う. Senang sekali akhirnya bisa bawa pulang Mudkip.

Setelah itu kami balik ke Ueno, dan langsung menyelesaikan hal-hal yang sebelumnya kami pikir 'ah nanti saja belanjanya di hari terakhir'. Ke Ueno Marui, lalu ke Yamashiroya, drugstore lagi, dan lain-lain.

Lalu selama di sini, kami lihat kalau Gong Cha itu ramai terus. KOI di Harajuku juga. Sebelum berangkat, kami minum KOI di Terminal 3 Soetta. Tadinya mau coba juga KOI di Harajuku, tapi akhirnya tidak jadi WKWK

Tapi karena sudah hari terakhir juga, dan penasaran, kami akhirnya beli Gong Cha. Ramai. Ngantrinya lumayan. Gong Cha-nya enak sih, segar. Saya ngga pernah jajan Gong Cha di Indo, jadi kurang tahu apa bedanya. Tapi gapapa lah pengalaman (?).

Setelah semuanya done, kami pisah untuk makan malam. Saya tadinya mau ke Go Go Curry lagi, tapi ternyata waktu saya cek, ini sudah lewat closing time-nya. Jadi saya lanjut ke tempat lain yang saya agak ingin coba makan juga: Yoshinoya.

Masuk, langsung duduk aja dan pesen lewat tablet di meja. Saya pesen nasi karaage dengan set miso soup, dan 1 telur. Waktu makanannya sudah siap nanti nomornya dipanggil, dan kita ambil sendiri ke counter.

Dan... ini porsinya banyak banget. Jujur saya baru makan 2 karaage dan rasanya kayak 1 porsi Yoshinoya yang biasa saya makan di Indo. Tapi enak banget, karaage-nya crispy, asin, potongannya juga besar-besar. Miso soupnya panas, enak, pokoknya mantap. Minum bisa ambil sendiri di tempat yang disediakan. Lalu setelah makan, ada tempat untuk balikin tray-nya sendiri. 

Karena sudah malam, dan besoknya kami harus bangun pagi, jadi setelah makan pun saya pulang ke hotel dan mulai beres-beres koper.

Tujuh hari kami jalan-jalan di Jepang, rasanya lewat dengan cepat banget. Semoga di lain waktu saya bisa datang kembali, dengan dompet yang lebih tebal (eh), dan waktu yang lebih panjang untuk bisa eksplor tempat-tempat lain juga.

.

DAY +1. NARITA -> CGK

Sebetulnya, kami bisa pakai Keisei Skyliner untuk ke Narita, sama seperti waktu kami datang dari Narita ke hotel. Tapi dengan pertimbangan bahwa kami masing-masing bawa 2 koper (waktu datang, koper kecil dimasukin ke koper besar) dan takutnya masih bawa tambahan barang lagi, Ann usul supaya pakai Airport Transfer.

Saya pesan Airport Transfer sekitar 2 minggu sebelum kami berangkat, lewat aplikasi Klook. Kami pesannya berdasarkan jumlah luggage, dan infonya akan dijemput dengan mobil Honda Odyssey atau setara.

H-1, drivernya sudah hubungi saya lewat WA untuk kasih tau mobil dan plat mobilnya. (Ternyata pakai Alphard guys....) 

Kami sudah checkout hotel sekitar 15 menit sebelum waktu penjemputan. Dan 5 menit sebelum waktu penjemputan, drivernya info bahwa sudah di depan hotel. Jadi saya dan Ann langsung keluar, dan kami dibantu untuk masukin luggage ke bagasi. Setelah itu kami tinggal duduk tenang, bobo, dan diantar langsung sampai ke terminal tujuan di Narita Airport.


Agak pricey sebetulnya, tapi menurut sy worth it banget lah. Benar-benar jadi tidak ribet. Waktu sudah sampai di Narita juga kami dibantu turunin koper. Terima kasih bapak driver.

Lanjut. Selama di mobil, saya dan Ann sudah check in online. Jadi begitu sampai tinggal masukin bagasi saja. Nah, ini pertama kali saya drop bagasi sendiri. Agak bingung, tapi dibantu oleh staff. Akhirnya kami drop baggage dengan aman dan prosesnya pun sat set. 

Sebetulnya kami punya spare waktu yang masih lumayan, tapi kami langsung masuk saja pemeriksaan tas dll dan nunggu di gate. Di dekat gate kami ada Tully's yang nempel dengan toko buku. 

Ann beli light novel (bahasa Inggris, tentu saja) dan saya menemukan buku yang saya agak INGIN tapi kebetulan tidak lihat di toko buku yang didatangi:

izin, foto menyolong dari webnya

Agak galau mau beli yang mana, karena bagasi sudah masuk sementara saya cuma bawa 1 (satu) tas slempang kecil. Saya tidak expect akan ada tambahan barang.

Akhirnya saya beli 2 saja: Kuromi dan Pochako (tapi jujur inginnya sih menabung dan beli semuanya). Setelahnya kami sempat keliling bentar

Setelah itu kami beli sarapan di Tully's. Masing-masing beli sandwich dan kopi. Lalu kami menunggu flight dengan tenang di deretan kursi yang menuju gate.

Rencana awalnya adalah baca buku dengan tenang sambil ngopi. Ternyata jika sudah duduk sebelahan menganggur gini, tentu saja yang terjadi adalah menggosip. Tidak terasa sudah dekat waktu boarding, dan kami pun turun ke gate (1 lantai di bawah). Saya sih rekomen nunggu di bagian atas saja--lebih sepi, lebih adem.


Flight berjalan dengan lancar, dan kami pun mendarat di Soetta dengan selamat. Travel kami pun berakhir tanpa banyak drama dan tanpa berantem (syukurlah). 

Memang kuncinya adalah: sekali-kali pisah jalan (introvert), banyak duduk istirahat, dan banyak cari info sebelumnya supaya tidak 'baru nyari' pas di sana. Semua hal yang bikin kami stress saat trip kami sebelumnya, kali ini diusahakan agar tidak terjadi lagi. 

Jika ada waktu dan kesempatan lain, semoga kami bisa travelling bareng lagi. Terima kasih Ann, terima kasih semuanya. 

Untuk saya beberapa tahun ke depan--yang mungkin baru ingat lagi bahwa saya punya blog ini--semoga bisa kembali mengingat trip ini dengan perasaan yang bahagia ya. Terima kasih.


 











(memori pribadi) Tokyo Trip (part 2)

Jadi ini lanjutan dari part sebelumnya. Kalau sebelumnya adalah Day 0 sampai Day 2, sekarang lanjut ke Day 3 sampai Day 5. Tokyo Trip super santai, ada break ngopi, dan di bawah 15rb step sehari WKWK.

DAY 3. GINZA


Hari itu diprediksi bakal hujan--dari pagi langitnya sudah gelap. Tapi tujuan kami di Ginza sebetulnya cuma tiga: Itoya, Loft, dan Muji. Jadi kami pikir 'aman lah', karena ini intinya kan ya pindah saja dari indoor ke indoor.

Kami naik Tokyo Metro ke Ginza, dan agak bingung waktu cari exitnya. Tapi AKHIRNYA ketemu dan kami pun otw tujuan pertama di hari itu: Itoya.

Di sini jual alat tulis, buku tulis, stamp, art & craft, dll. Banyak banget btw. Stiker lucu juga banyak banget! Saran saya ambil lift untuk naik ke lantai paling atas, lalu turun sambil lihat-lihat. Di tiap lantai juga ada kasirnya sendiri, jadi kalau cuma mau ke lantai tertentu saja, bisa langsung bayar di situ tanpa harus balik ke lantai 1.

Awalnya saya dan Ann bilang "ok satu jam lagi kita kumpul di lantai 1 ya", tapi ternyata satu jam kemudian kami malah ketemu di lantai lain dan kayak "eh bentar lagi ya, tar saya WA" karena ternyata sebanyak itu yang pengen dilihat. 😂

Lanjut kami pun ke Loft. Ini juga strategi kami sama: naik ke lantai paling atas, lalu turun pelan-pelan. Di Loft ngga cuma ada alat tulis, tapi juga ada barang-barang lain yang bisa jadi oleh-oleh, bahkan ada makanan juga. Di sini saya beli stiker-stiker (lagi), lalu Ann beli termos. Kami lumayan lama liat-liat barang di sini. Jadi waktu kami jalan untuk makan siang, itu sudah sekitar jam 2.

Kita pun jalan balik ke Ginza INZ karena rencana awalnya adalah Ann makan Halal Tendon Itsuki dan saya makan Saizeriya di sebelahnya. Kami pikir karena sudah lewat jam makan siang, harusnya sih sudah agak sepi ya? Ternyata ngantrinya masih panjang. 😅

Jadi kami pun makan di Saizeriya yang antriannya kayak agak kosong. Agak berasa lagi ngantri makanan di Jakarta--tulis nama dan jumlah orang sendiri di kertas yang disediakan. Entah kenapa di lembaran itu semuanya tulis nama pakai katakana. Jadi saya pun tulis nama dengan katakana sambil berdoa semoga tulisan saya BENAR. Tidak sampai lima menit, nama saya pun dipanggil (untung saja nulisnya benar???) dan kami masuk. 

Beda dengan Saizeriya di Ueno, begitu makanan diantar ke meja, kami dikasih lembaran kertas yang ada barcode-nya untuk bayar. Di Ueno, barcode langsung muncul di hp masing-masing. Dan tidak henti-hentinya kembali menyarankan Saizeriya. Trip saya ditopang Saizeriya. Ann pun dari jauh sudah langsung keliatan "ITU SAIZERIYA KAN?!". Bayar 200 yen bisa minum dari drink bar sepuasnya.

Kami sekalian duduk, istirahat, minum teh dingin. 

Lanjut! Setelah makan, kami lanjut ke Muji. Nah. Saran saya, ada baiknya sudah punya list dulu barang yang kira-kira mau dibeli. Karena barangnya banyak banget! Kami mulai dari lantai paling atas dan turun, sampai bayar di kasir lantai 1. Tapi jika mau tax free, kasirnya bukan di lantai 1 (saya agak lupa lantai berapa). 

Kalau yang suka journaling, journalnya Muji juga enak banget untuk dipake, dan ada juga yang tanggalannya mulai dari tengah tahun. Jadi tidak usah nunggu ganti tahun untuk beli journal baru HEHEHE.

Saya di sini beli sup instan Pork Miso dan Onion Soup. Jadi bentuknya block(?) gitu, tinggal dituang air panas dan jadi sup. Enak dan praktis banget?? Supnya macem-macem, harusnya beli rasa lain juga hhhh.

Di lantai 1 juga ada tempat isi minum gratis (tapi botol minum bawa sendiri). Jadi saya sekalian isi minum. 

Setelah itu kami jalan bentar di Ginza dan lihat-lihat gedung brand mahal(?). Pas di sepanjang jalan juga ada bunga mekar(?) jadi cantik.

Di sini ada Uniqlo besar yang 12 lantai dan ada GU juga, tapi kami ngga ke sana. Habis dari Muji, kami pun balik ke Ueno dan berencana mau ngopi di Komeda Coffee.

Nah di Komeda ini baru kami merasakan 'ngantri', soalnya sebelumnya ngantri di Saizeriya dan Kura Sushi itu ngga sampe 5 menit. Jadi pertama ambil nomor antrian dulu, dan dikasih tau estimasi waktu tunggu. Waktu itu ada sekitar 5 nomor yang antri di depan saya. Sebetulnya nunggunya sendiri mungkin cuma 15-20 menit, tapi 'kerasa' banget karena nunggunya berdiri di lorong sempit. 

Karena antrian bener-bener ngga bergerak, sempat kami tinggal bentar untuk ke drugstore di sebelah. Tadinya kami pikir, "kalau pas kita balik nanti nomor antriannya masih belum maju, dah kita cari tempat lain aja". Setelah sekitar 10 menitan kemudian, ternyata tinggal 1 antrian lagi sebelum nomor kami. Dan ngga berapa lama kemudian, akhirnya nomor kami dipanggil untuk masuk.

Kayaknya di sini seharusnya adalah pesen pakai aplikasi? Tetapi masih bisa manual juga. Karena saya tidak mau download aplikasi (ribet, dipakenya juga mungkin cuma sekali ini aja) jadi kami pencet bel untuk pesen manual. Saya pesen Milk Latte (kalau ngga salah), yang rasanya susu banget. Yang setelah dipikir-pikir lagi, Latte kan susu ya.... Jadi ini... susu susu???? Lalu untuk makanannya, kami pesen kentang goreng.


Sebetulnya saya ada planning mau nyoba breakfast set di Komeda (yang kopi + toast itu) tapi sampai akhir tidak terealisasi karena ujung-ujungnya kami ke toko roti dekat stasiun lagi (enak, praktis, recommended dah).

Setelah ngopi, makan, dan istirahat santai, tujuan berikutnya adalah salah satu target saya: Yuzawaya. Letaknya masih satu gedung dengan Uniqlo dan GU, tapi kemarin-kemarin belum sempat mampir ke sini.

Banyak benang rajut dan seputar art & craft lainnya. Benang rajutnya pun cantik-cantik??? Untuk beberapa benang yang juga ada di Indo (cek Aneka Benang atau gudangbenang_hits), memang yang di Indo lebih murah. Apalagi karena di sini banyak yang digulungnya itu kecil-kecil (misal per 25g, sementara di Indo biasa 1 gulung 50g-100g) Tapi tetap senang banget lihat benang!!!! Benang warna-warni!!!! Benang beraneka ragam!!!!!! Dikelilingi benang!!!!!!!!!!!!!!

Saya beli benang gradasi, benang mengkilap, dan benang berbunga(?) di sini. Ingin sekali menjadi raja minyak dan beli 100 gulung benang gradasi karena memang secantik dan sehalus itu benangnya!! Saya seringnya rajut wearable, jadi biasa beli kiloan di gudangbenang. Tapi di Yuzawaya ni banyak bener benang cantik di depan mata, bawannya ingin langsung di bawa pulang saja biarpun belum punya planning mau dibuat jadi apa nantinya.

Di sini juga jual crochet hook dan knitting needle, tapi dari merk yang "oke" jadi agak mahal. Saran saya: kalau perlu perintilan lain kayak crochet hook, stitch marker, tapestry needle, dll mending di Daiso aja. 110 yen aja tapi tahan banget. Saat ini saya masih rutin pakai crochet hook yang saya beli di Daiso 2 tahun lalu.

Selain rajut, masih banyak lagi kayak crossstitch, embroidery, kain-kain, needle felting, bahkan material untuk bikin nui. Jika suka handicraft, recommended banget untuk mampir ke sini! Buat yang baru mau coba-coba juga ada beraneka ragam kit (satu set untuk satu project). Ada yang jadi tas, dompet, dan lain-lain.

Btw di sini saya juga beli frilly dress untuk Hokunui, tapi tidak dipakai selama jalan-jalan karena saya takut dressnya jatuh WKWKWK nanti kalau sudah beli tas nui transparan(?) ya.... 

Setelah belanja benang, kami lanjut jalan-jalan di Ameyoko. Mampir juga ke drugstore (sekalian nyicil beli oleh-oleh wkwk). Ada beberapa drugstore yang juga jual oleh-oleh kayak Tokyo Banana, coklat Skytree, ramen Ichiran, dan lain-lain. Jadi lumayan banget habis belanja bisa langsung balik hotel.

Di Ameyoko juga ada Taito Game, jadi saya mampir bentar untuk main claw machine. Dapat apa? Tentu saja hanya dapat hikmahnya. Dah mending gacha aja guys. Minimal pasti ada barang yang keluar (haha). Selain Claw Machine ada juga game arcade lain, tapi kali ini saya cuma cobain claw machine-nya saja.

Optionnya juga banyak banget, dari prize gede sampai boneka kecil-kecil, bahkan sampai magnet atau keychain random kayak bentuk makanan. Lumayan bisa jadi oleh-oleh (kalau dapet, wkwk).

Karena kami makan di Komeda itu sore dan ngga terlalu lapar buat makan malam, akhirnya mampir bentar saja di Famima untuk beli snack. Dan tentu saja, smoothie Ditto! Saya cari smoothie Ditto ini dari kemarin-kemarin, tapi belum nemu. Ini pun akhirnya hanya nemu yang stroberi, tidak ketemu yang ramune (Lapras). Ini smoothie yang awalnya ambil di freezer -> bayar di kasir -> masukin ke mesin smoothie.


Sedikit cerita: Jadi ada keterangannya untuk "diremes dulu sebelum diminum". Dengan pedenya saya (dan Ann) langsung tancap sedotan dan minum aja. Sambil jalan, saya bilang "ini kok gak ada rasa stroberi-stroberinya ya."

Ann: "Iya ya kok ngga ada."

Saya: (baru lihat keterangan harus diremes dulu) (saya remes) (baru kerasa stroberinya)

TERNYATA stroberinya nempel di pinggiran (tengahnya bolong, ntar diisi susu sama mesin smoothie). Kalau ngga diremes, ngga akan nyampur. Begitu ternyata.

Hari ini pun selesai dengan santai.

DAY 4. TOKYO STATION + SHINJUKU

Di Day 4 ini juga diprediksi bakal hujan, jadi planning kami juga mirip seperti Day 3: pindah dari indoor ke indoor. Tujuan pertama kami adalah Tokyo Station, tepatnya Tokyo Character Street. Jadi ini area di dalam Tokyo Station, yang banyak toko-toko karakter. Selain Tokyo Character Street, ada juga Ramen Street dan tempat untuk beli oleh-oleh. Katanya karena Shinkansen juga stop di sini, jadi banyak yang beli oleh-oleh Tokyo di sini.

Karena dalamnya ini besar dan agak muter-muter, awalnya kami juga bingung nyari Tokyo Character Street ini di mana. Dan saat itu stasiunnya ramai banget, apalagi ada rombongan anak sekolahan (mungkin SMP) yang mungkin lagi karyawisata? Tokyo Banana, Calbee, dan toko-toko oleh-oleh lain dikuasai sama mereka WKWK. Intinya kami turun ke B1 dulu, lalu pas jalan kebetulan nemu tulisan Okashi Land! 

Nah karena katanya Character Street ni deket Okashi Land, jadilah kami jalan dikit lagi dan ketemu toko Harry Potter. Saya dan Ann pun pisah di sini, dan rencananya kumpul lagi setelah makan siang nanti. 

Saya pertama ke toko Snoopy (ada titipan, memang otw menjadi jastiper sukses). Lalu ke tokonya NTV dan lihat merch Sorajiro! Ada gantungan, boneka, pouch, dll. Tadinya mau beli pouch Kumojiro satu untuk kenang-kenangan (Golden SixTONES! Wkwkwk) tapi ternyata di rak sebelahnya ada merch Conan lumayan banyak. Jadinya saya malah beli merch Conan. Conan ngga ada store sendiri di Character Street, tapi kalau mau cari merchnya bisa ke store-nya NTV!


Lanjut ke Chiikawa Land Tokyo Station. Ini merchnya banyak banget, kayanya lumayan lengkap. Dari snack, plushie, totebag, sampai koper ada. Ada stamp juga btw! Kalau koleksi stamp mungkin bisa mampir bentar ke Chiikawa Land. Dan store-nya pun agak lebih besar karena tembus dari satu sisi (sebrang NTV) ke sisi lainnya (sebrang Rilakkuma). Sepanjang belanja juga disetelah lagu Hachiware jadi vibesnya kalem banget lucu banget.

Lanjut, saya ke Mugiwara Store. Ini di ujung, deket tangga. Saya sudah ada barang inceran, tapi sayang sekali di sini tidak ada. Lalu pas liat-liat koleksi mugi, ada yang saya kira mugi Hancock dan sudah excited banget, tapi waktu ditarik keluar ternyata ROBIN. Kena PHP. Padahal ada Hancock Seraphim, tapi ternyata tidak ada Hancock biasa. 

 Lanjut naik 1 lantai ke Pokemon Center (lagi). Di sini lebih sepi dibanding Shibuya, plushie-nya juga banyak. Ada plushie yang saya ngga nemu pas di Shibuya tapi di sini ada. Ada snack dan merch Pokemon yang eksklusif Tokyo Station juga, jadi ok banget untuk mampir. Saya beli plushie, tapi ternyata ngga ada Pokemon card. (di Shibuya, Pokemon Card bisa beli pas di kasir) 

 Lanjut lagi. Saya keliling-keliling lihat banyak merch, macem-macem banget dari Sumikko Gurashi sampai studio Ghibli. Bisa sekalian belanja snack oleh-oleh juga. Tapi karena pada saat ini tas belanja saya dah agak berat (akibat plushie, wkwk) jadi saya mulai ke Ramen Street untuk makan. Di Ramen Street ada 2 toko incaran saya: tonkotsu ramen Oreshiki Jun, dan Kumamoto ramen Haorai Ramen.

Yang populer di sini kayaknya Rokurinsha Tsukemen--saya kayanya sering lihat di medsos juga--dan memang itu yang ngantrinya lumayan panjang. Pas saya lewat, Oreshiki Jun ternyata ada antrian dikit, tapi Haorai Ramen pas ada 2 kursi kosong. Jadi langsung gas beli tiket dan masuk. Haorai ini black garlic tonkotsu ramen. 

Btw kalau mau lihat-lihat dulu ada resto apa dan spesialisasinya apa, bisa cek ke webnya Ramen Street juga!

Saya pesen ajitama ramen, dan jujur untuk saya ini porsinya gede banget. Kuahnya enak banget! Tauge-nya banyak, setiap gigit ada tauge, sampai akhir pun kayanya masih ada sisa tauge di kuah. Bukan fans tauge, tapi overall saya suka banget. Air putih juga disediakan di meja jadi bisa tuang sendiri. Waktu saya selesai makan, ternyata sudah ada antrian di luar. Jadi saya langsung beres-beres untuk keluar dan janjian ketemu lagi dengan Ann.

Nah. Tokyo Station ini kan besar. Ann jalan-jalan sampai agak jauh, dan kami agak kesulitan untuk ketemu lagi karena sama-sama ngga tau ini di mana (WKWKWK). Akhirnya kami janjian untuk ketemu di gate Yamanote JR East--karena habis ini kami mau naik Yamanote ke Shinjuku. Dan akhirnya saling ketemu juga.

Lanjut ke Shinjuku. Awalnya Shinjuku ini tidak masuk ke planning awal. Tapi Ann mau ke Alpen (tempat jual peralatan olahraga), dan dipikir-pikir lagi saya juga mau coba ke Okadaya (tempat art & craft). Alpen dan Okadaya ini sebelahan, dan lokasinya deket stasiun. Jadi kami pikir OK deh gas kita mampir bentar.

Saya sudah denger beberapa cerita horror tentang gimana bingungnya keluar dari stasiun Shinjuku. Tapi kami lumayan beruntung karena exit tujuan kami ternyata ngga jauh, penanda jalannya jelas, dan keluar dengan cepat. Pas di perempatan yang ada kucing besar di layar(?) itu.


Cuman nyebrang dan jalan dikit, sudah sampai di Okadaya dan Alpen (sebelahan). Nah. Saya tahunya adalah ini Okadaya saja. Ternyata di lantai bawah itu Kiddyland. Jadi rencananya saya ke Okadaya dulu, lalu jalan-jalan di Kiddyland di bawahnya.

Okadaya dan Yuzawaya kalau untuk koleksi benang umumnya sih mungkin mirip-mirip. Tapi di Okadaya ada koleksi benang yang dari toko lokal juga kayak itoricot. Banyak benang yang tidak biasa(?) juga, dan lumayan banyak 'contoh', benang ini nanti bisa dirajut jadi apa. Bagus banget misal kalau rajut baju jadi bisa langsung keliatan benang ini drape-nya gimana, apakah kalau sudah jadi cardi nanti akan halus/kaku/adem. Untuk benang yang lebih 'tidak biasa' juga ada sampelnya kira-kira ini bisa dijadiin apa. 


Saya bolak-balik lumayan lama di rak-raknya untuk ngebandingin benang, dan akhirnya beli beberapa benang yang saya belum pernah lihat di Indo. Selain benang, ada juga handicraft lain kayak crossstitch, embroidery, dan lain-lain. Koleksi kit-nya juga kayanya di sini lebih beraneka ragam dari Yuzawaya.

Berhubung hari ini saya juga pakai baju rajutan, jadi petantang petenteng sekali jalan-jalan di antara benang rajut. Selain Yuzawaya, Okadaya ini juga recommended sekali untuk yang suka handicraft.

Lanjut, turun ke Kiddyland. Infonya, Kiddyland di Harajuku itu penuh banget (saya ngga ke sana). Di sini lebih sepi, dan lebih enak buat lihat-lihat. Ada Chiikawa, mofusand, Sanrio, sampai Pokemon juga ada. Yang Chiikawa Land, dekorasi temboknya juga bagus banget! Chiikawa dari ujung tembok sampai ujung tembok. Merchnya sih mirip-mirip dengan Chiikawa Land yang di Tokyo Station, tapi karena spacenya lebih besar dan less crowded, lihat-lihatnya lebih santai.


Setelah semuanya selesai, di luar langit sudah gelap banget. Saya tadinya mau stop bentar di Taito Game untuk main claw machine, tapi ternyata mulai hujan, jadi kami cepat-cepat balik stasiun.

Btw di stasiun ada Tokyo Milk Cheese, jadi sekalian saya beli juga untuk oleh-oleh. 

Hujannya ini, daripada air lebih ke angin dengan titik-titik air? (gimana jelasinnya ya)

Tapi intinya kami pun naik Yamanote untuk kembali ke Ueno. Setelah naruh barang belanjaan di hotel, kami lanjut ke agenda berikutnya yaitu: ngopi. Atas saran Ann, kami pun ke Coffee Kan. Pas kami mulai jalan, hujannya masih agak kecil. Tapi pas kami sampai dan masuk, hujannya jadi agak besar.

Kami pesen kopi dan pancake lewat QR code, plus matcha ice cream buat dicampur di pancake. Kopinya enak! Gulanya dikasih terpisah dan dicampur sendiri, jadi bisa disesuaikan mau segimana.


Pancake-nya ini dua lapis, atasnya ada butter dan ada cream juga. Kami bagi 2 dan makan bareng sambil duduk-duduk santai. Istirahat lah. Tiada hari tanpa istirahat ngopi. Dan karena apa-apa pakai QR, praktis juga pas pesennya.

Rasa pancakenya agak... kayak.... martabak. Infonya ini traditional pancake, bukan pancake kayak yang biasa(?) itu. Tapi dicampur sama butter, cream, dan ice cream matcha, ini enak banget! Masih hangat juga, jadi butternya meleleh dan OK banget waktu dicampur ice cream.

Setelah hujan berhenti, baru kami mulai jalan lagi, kali ini ke Ueno Marui. Di sini ada Cosme, Nitori, Loft, Seria, 2nd Street, dan lain-lain. Nah, sekali lagi: kalau ada barang yang mau dibeli, mending langsung gas!!!! Kami banyak mikir, "ah ini deket, nanti bisa ke sini lagi" tapi GAK guys ntar males dan buru-buru pas balik ke sana. Mending beli sekarang pas lagi santai dan bisa jalan-jalan.

Di lantai paling bawah juga ada roti, matcha, crepes, dan lain-lain. Padahal planning kami cuman mau liat-liat bentar saja, tapi ternyata keasikan spend lumayan banyak waktu di sini.

Selanjutnya kita geser sedikit dari Marui dan masuk ke: Yamashiroya.

Dari hari-hari sebelumnya, kami juga sudah jalan ngelewatin Yamashiroya, dan saya memang planning untuk mampir ke sini. Tapi karena tokonya juga kecil, saya pikir "ah nanti aja deh, paling liat-liat bentar doang".

Nah. Iya sih untuk tokoknya sendiri kecil, agak sempit, tapi ternyata lumayan lama juga kami di sini. Ada merch Chiikawa (untuk yang ketiga kalinya hari ini), merch anime-anime bahkan ada anime yang cukup lama kayak Magical Doremi dan Cardcaptor Sakura. Dan tentu saja ada Pokemon lagi! Di sini lumayan banyak perintilan yang saya liat ada di web Pokemon, tapi di Pokemon Center sebelumnya saya gak liat.


Selain gashapon yang berderet di luar, di tiap lantai pun ada gashapon. Jadi sekalian saya gacha Pokemon di sini. Cuman memang tempatnya agak kecil, jadi kalau lagi banyak orang itu langsung kerasa crowded BANGET. Tapi senang banget hari ini lihat-lihat banyak merch lucu HEHE pagi ke Tokyo Character Street, lanjut Kiddyland, dan terakhir ke sini.

Setelah seharian jalan-jalan, tentu saja hari kami ditutup dengan: Saizeriya


Saizeriya yang di Ueno ini kebetulan tutupnya subuh. Karena ngopinya pun sore, kami makan malam ini lumayan MALAM. Dan di Saizeriya masih penuh-penuh saja. (tapi ngantrinya ngga lama kok, karena kursinya banyak!)

Memang trip saya kali ini ditopang oleh Saizeriya.

.

DAY 5. NIHONBASHI + ASAKUSA + HARAJUKU part 2

Masuk day 5. Awalnya planning kami cuma ke Asakusa saja, lalu kalau ada waktu mungkin bisa sekalian main ke Skytree. Tapi Ann ada rencana mau ke toko buku Maruzen Nihonbashi, dan saya pikir OK deh sekalian aja ke Pokemon Center DX.

Kami naik subway dari Ueno ke Nihonbashi, dan exitnya pas di Maruzen. Setelah itu kami pisah sebentar--Ann stay di Maruzen, saya lanjut ke Pokemon Center.


Pokemon Center yang di Nihonbashi ini gede, dan di lantai atasnya lagi ada Pokemon Cafe. Berjejer rak plushie dan merch-merch lain yang ngga ada di Pokemon Center Shibuya dan Tokyo Station. Padahal saya ke sini masih pagi dan di weekday, tapi agak penuh. Ngantri kasir pun panjang, dan majunya agak lambat--kayanya lebih cepat pas di Shibuya. Bisa jadi juga perbedaan jumlah kasir? (saya ngga ngitung sih)

Karena antrian nempel tembok, ada beberapa merch yang saya baru liat justru pas ngantri. Dan ada yang saya ambil dari rak untuk lihat 'ini apa ya, kok lucu' -> antrian maju -> saya maju tanpa mikir -> sudah agak JAUH baru sadar itu merch masih saya pegang (wkwkwk). Di sini juga bisa beli Pokemon Card di kasirnya. Sama kayak Shibuya, 1 orang max beli 2 pack.

Intinya senang sekali mengunjungi Pokemon Center ke-3 saya pada trip ini. Cuma ada 1 barang yang saya cari tapi tidak ketemu-ketemu: plushie Mudkip size S. Bener-bener di 3 Pokemon Center ini ngga ada, cuma ada yang size besar. Sudah agak mengikhlaskan bahwa saya cuma bakal bawa Mudkip versi gantungan mini (lucu juga sih). Tapi tentu saja ada plot twist nanti di hari terakhir WKWKWK nantikan terus episodenya(?).

Setelah kami selesai di tujuan masing-masing, saya dan Ann pun ketemuan di Maruzen lagi untuk otw Asakusa. Awalnya kami memang sempat kepikiran sewa kimono. Sekalian sudah di situ lah. Sewa fotografernya sekalian. Kenang-kenangan, kapan lagi. TAPI setelah berbagai pertimbangan, akhirnya kami tidak jadi dan memutuskan untuk jalan-jalan santai dengan baju comfy.

Kami juga banyak ambil foto dengan disposable camera di sini, hasilnya bagus-bagus banget karena pas matahari lagi terang!

Sesuai dugaan, memang di Asakusa crowded banget. Tapi tidak separah yang saya kira sih? Dan karena ini tengah hari, matahari rasanya ada di atas kepala banget. Kami masuk dari samping (tidak dari Kaminarimon) dan lihat-lihat oleh-oleh sepanjang Nakamise-doori sampai ke Sensoji.


Setelah itu, lanjut ke acara utama: cari snack. Ada beberapa yang sudah saya tandai, tapi memang pada akhirnya tidak semua didatangi. (keburu kenyang gaes)

Pertama kami coba warabi mochi dan daifuku stroberi, lalu jalan dikit dan saya coba Asakusa menchi (tidak halal ya gaes!). Di dekat Asakusa menchi ada deretan tempat duduk yang teduh, jadi kami sambil duduk-duduk juga di sana sekalian istirahat bentar. 

Sekitar sini ada Donki, Uniqlo, dan mall juga. Jadi bisa sekalian jalan-jalan untuk ngadem indoor atau cari toilet. Tapi saya dan Ann langsung gas saja ke sampingnya Sensoji, yang masuk lewat Hoppy Street(?) (maap jika salah). Ini tempat yang ada Kagetsudo Melon Pan dan Unana yang mayan viral. Karena saya sudah makan menchi, saya nemenin Ann cari Unana--unagi onigiri.


Nah. Kata mbak-mbak Unana, ada tempat untuk dine-in. Tinggal jalan sedikit. TAPI--memang pada dasarnya kami buta arah--ngga ketemu dah di mana tempatnya. Tapi kami nemu tempat duduk  yang teduh lagi, jadi Ann duduk di situ sementara saya lanjut ke tujuan berikutnya: Chaya Tabanenohashi, yang viral sama matcha brulee-nya. 

Tentu saja awalnya saya mau beli matcha brulee. Tetapi pas mulai ngantri dan lihat orang beneran makan, ternyata BESAR ya. Agak gentar saya. Bisa ngga saya makan ini sendirian. Akhirnya saya pesan matcha stroberi, dengan add-on matcha ice cream. Nah. Di sinilah terjadi tragedi. Saya juga kurang ngerti gimana, tapi intinya gelas saya jadi PENUH BANGET. Apakah awalnya gelas sudah hampir penuh lalu ditambah ice cream jadi limit??? Bingung juga. Intinya adalah, begitu saya angkat, matcha saya tumpah-tumpah. Gelasnya ngga ada tutupnya. Sudah tumpah dan sudah saya minum atasnya dikit pakai sedotan pun masih agak PENUH itu gelas.

Mbaknya panik. Saya panik (karena tumpahnya ke lantai). Mbak lain datang dengan lap, lalu nanya apakah matchanya kena saya. Saya yang daijoubu daijoubu, lalu sumimasen sumimasen, dan langsung ke tempat Ann untuk minta tisu basah. Sekian insiden tangan dan pakaian saya kena matcha. Tapi enak!! Saya bukan matcha lovers dan tidak terlalu ngerti juga matcha yang 'benar' itu yang seperti apa, jadi tentu saja ini cuma pendapat pribadi saja, tapi saya suka banget!

Nah. Giliran Ann yang beli matcha. Dia beli matcha yang lebih 'bener' di Special Matcha Sweet Factory. Bisa beli bubuk matchanya juga di sini. Ada bir matcha juga??? Buat yang suka bir, mungkin bisa dicoba juga!

Sebelum mulai jalan-jalan lagi, saya pun makan snack terakhir saya di Asakusa: Giraffa curry pan. Rotinya masih anget, dan currynya enak banget! Saya juga pada dasarnya suka roti goreng sih! Jadi ini penutup yang 'ok' banget untuk saya.

Sayang sekali ada beberapa yang saya tandai tapi tidak sempat dicicip. Soalnya memang seBANYAK itu pilihannya. Sementara kapasitas perut saya cuma segini-segini aja WKWKWK. Walaupun di sekitaran Sensoji dan di sepanjang Nakamise-doori ini penuh banget, tapi begitu keluar dari 'jalan utama'nya, langsung kerasa lebih sepi. Bisa untuk jalan-jalan santai juga.

Lanjut, kami pun jalan-jalan sekitar temple sambil cari oleh-oleh. Sempat ambil omikuji juga--tapi ini lebih untuk kenang-kenangan saya pribadi sih. 

Nah. Saya agak lupa bagaimana ceritanya, sampai kami bisa-bisanya balik lagi ke Harajuku dan bukan ke Tokyo Skytree atau Sumida River--tempat yang kami tandai sebagai 'tempat berikutnya kalau masih ada sisa waktu'.

Saya memang ada planning ke Harajuku lagi (sendirian), tapi itu di Day 6, yang mana memang ada 'free time' di mana saya dan Ann rencana jalan sendiri-sendiri. Saya ingat-ingat, ternyata saya tidak ingat.

Intinya adalah, setelah dari Asakusa, kami turun di stasiun Omotesando dan jalan ke Harajuku dari situ. Sengaja, sekalian mau lihat Omotesando Hills, yang berjajar banyak toko bermerk. Tapi feelsnya agak beda dengan Ginza--mungkin juga karena Omotesando ini kayak tokonya berjejer di sepanjang jalan lurus, sementara di Ginza agak misah-misah. (gimana jelasinnya ya)

Akhirnya kami pun sampai di Harajuku, dan jujur saya ngga ada ingetan kami awalnya tuh NGAPAIN. Karena itulah saya pilih nulis beginian selagi masih ada yang hal yang saya ingat (wkwk). Saya dan Ann pisah selama di Harajuku, dan saya ingat malamnya itu kami kumpul di tempat crepes. 

Yang saya ingat adalah saya ke Noemie (lagi), Capsule Lab (lagi), dan Daiso (lagi). Lalu sempat kebetulan ketemu juga yarn shop! Mampir sebentar aja karena saya sudah belanja benang di Okadaya dan Yuzawaya. Serius saya masih bener-bener ngga inget ngapain hari itu saya ke Harajuku. Tujuan awalnya apa, sampai kami setuju ke Harajuku bareng.


Saya sempat ada planning mau beli sepatu jirai-kei di Yosuke atau CS T&P, tapi setelah lihat-lihat, biarpun bagus dan kelihatannya empuk, akhirnya saya tetap mikir "dahlah pake sneakers aja". Maaf setengah-setengah guys. Tapi jika mau beli sepatu jirai kei atau sepatu lolita (atau sepatu konser yang haknya tinggi), boleh banget coba cek 2 toko itu!!!

Setelah kumpul lagi dengan Ann, tak lupa kami juga mencoba purikura lagi (coba sampai berhasil gengs!). Masih di tempat purikura yang sebelumnya. Ada beberapa box, jadi kami coba box yang berbeda terus. Saya ngga ada hobi photobox, saya kurang suka lihat foto diri saya sendiri (bukan benci atau merasa diri saya jelek, tapi gimana ya, agak susah dijelaskan). Jadi tidak nyangka beginian sama Ann ternyata seru juga.

Kami pulang ke Ueno pas sudah agak malam, dan tentu saja hari kami ditutup dengan apa kawan-kawan? 

Benar. Saizeriya. Berarti kami 3 hari berturut-turut makan Saizeriya. Makanannya hangat, datangnya cepat, porsinya pas, drink barnya free refill. Serius trip ditopang oleh Saizeriya. Terima kasih sudah menciptakan Saizeriya.


OK. Sekian untuk Day 3 - Day 5 saya. Post terakhir nanti adalah Day 6, Day 7, dan Day +1 (perjalanan pulang).